Superjuri Tugas Akhir 2020

12 Agu 2020

Superjuri Tugas Akhir merupakan acara tahunan Prodi Arsitektur untuk memberikan kesempatan dan penghargaan kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akhir mereka, di mana karya mahasiswa yang terpilih dan mendapatkan nilai A akan dinilai oleh para juri diluar dosen Prodi Arsitektur. Superjuri TA 2020 kali mengundang dewan juri yang terdiri dari: Edo Adrianus Kartono, B.A. (Arch.), M.Arch , IAI, BOA (praktisi - Singapore), Mia. A. Tedjosaputro, S.T., M.Arch., Ph.D. (akademisi - China), dan Monica Effendy, S.T., M.Arch. (praktisi - Australia).

Acara Superjuri ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah presentasi karya terpilih yang dilaksanakan tanggal 9 Agustus 2020. Dari 47 mahasiswa TA Periode 81 dan 82 yang mendapatkan nilai A, para juri memilih 14 mahasiswa yang mendapat kesempatan melakukan presentasi secara online.

Sedangkan bagian kedua dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2020 berisi kuliah tamu dari para juri, yaitu Edo Kartono dengan tema ‘Design as a Collaboration’ dan Mia dengan tema ‘Digital Craftmanship’, dan pengumuman pemenang Superjuri TA 2020, yaitu:

  • Juara Pertama – Kategori Konteks Sosial: Diva Danica Desmonda dengan karya ‘Kampung Adaptif bagi Pemulung di Keputih’
  • Juara Kedua – Kategori Konteks Desain: Celine Betharina dengan karya ‘Urban Plaza di Kota Surabaya’
  • Juara Ketiga – Kategori Konteks Teknis: Patricia Marissa dengan karya ‘Stadion Speak Bola di Surabaya’
  • Juara Harapan 1 – Kategori Konteks Budaya dan Artistik: Richard Cahya Nugraha dengan karya ‘Biara dan Rumah Retret Katolik Kongregasi Fransiskan Berbasis Eko Pastoral di Kabupaten Ngada, NTT’
  • Juara Harapan 1 – Kategori Konteks Lingkungan: Mitzy Ghema Susanto dengan karya ‘Fasilitas Perawatan Paliatif Untuk Penderita HIV/ AIDS di Surabaya’

Monica Effendy, salah seorang juri yang juga merupakan alumni prodi arsitektur berpendapat bahwa karya mahasiswa saat ini sudah mengalami peningkatan dibandingkan pada saat dia menjadi mahasiswa dulu. Dalam mencari solusi desain, para mahasiswa telah menunjukkan studi yang mendalam, hanya saja dalam tahap mendesain hasil studi tersebut belum dapat diterapkan secara maksimal.

Diva, juara pertama Superjuri 2020 sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para juri dan seluruh pengajar, terutama Ibu Rully Damayanti yang merupakan mentor utamanya. “Saya merasa sangat senang saat diumumkan menjadi pemenang Superjuri 2020, namun bagi saya kemenangan merupakan sebuah bonus karena proses pengerjaan tugas akhir itu sendiri yang sebenarnya paling berkesan dan memuaskan. Semoga tugas akhir untuk angkatan mendatang dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan,” ujar Diva.

Superjuri TA 2020 kali ini didampingi dengan Design Showcase karya semua (134 karya) mahasiswa TA periode 82, untuk public exposure atas karya mereka, melalui Instagram (IG) : studentworks.petra


Close previewer