Publikasi

8th ACARA, Prodi Arsitektur Menjadi Tuan Rumah Penjurian Nasional
26 Sep 2019

Tahun 2019 ini menjadi tahun yang bersejarah bagi Prodi Arsitektur, karena ini merupakan kali pertama Prodi Arsitektur diberi kesempatan menjadi tuan rumah 8th Asian Contest of Architectural Rookie's Award (ACARA) skala nasional. ACARA merupakan sayembara bagi seluruh mahasiswa arsitektur di Asia. Setiap mahasiswa arsitektur di seluruh negara Asia dapat berpartisipasi dalam ACARA ini dengan mengirimkan tugas studio mereka, tentunya setelah disesuaikan dengan tema yang diusung ACARA.

8th ACARA yang mengusung tema 'Symbiosis of Man and Nature' ini didukung oleh PT Bangunesia dan Propan dan diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari seluruh Indonesia. Setelah dilakukan penjurian internal, terpilih 20 besar finalis yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan juri eksternal pada tanggal 12 September 2019. Adapun juri eksternal ACARA nasional kali ini adalah Yongil Lee (President of Asia United Architecture Association), Rudy Kelana (Wahana Architects), Ketut Arthana (Arte Architect & Associates). Selain memberikan penilaian, para juri tersebut juga memberikan presentasi mereka terkait topik 'Symbiosis of Man and Nature'.

Setelah mendengarkan presentasi para finalis, akhirnya para juri mengumumkan pemenang ACARA skala nasional yaitu:

  1. Pemenang ketiga : Tan Stanisia Finley Buwono dari UK Petra dengan karya The Vinculum
  2. Pemenang kedua : Nadya Winaga dari UK Petra dengan karya Vihara inside Void
  3. Pemenang pertama sekaligus perwakilan dari Indonesia untuk maju ke ACARA skala Asia, dan juga pemenang favorit pilihan netizen : Andrew Laksmana dari UK Petra dengan karya The Briome

Selamat kepada seluruh finalis dan para pemenang.

Baca lebih lanjut>
Pengalaman Patricia di Summer Program GKS for ASEAN Countries’ Science and Engineering Students 2019
19 Sep 2019

“Arsitektur tidak cukup hanya belajar dari buku maupun gambar-gambar di internet.” Itulah yang membuat Patricia Marissa, berkeinginan mempelajari dan merasakan langsung arsitektur secara langsung di luar negeri sehingga dapat membuka wawasannya mengenai dunia arsitektur. Keinginan itu terwujud saat mahasiswa angkatan 2016 itu bersama 196 mahassiswa lain dari 10 negara ASEAN mengikuti Program Global Korean Scholarship (GKS) for ASEAN 11 Juli 2019 – 14 Agustus 2019. GKS for ASEAN merupakan program beasiswa (fully-funded) dari Pemerintah Korea Selatan, yaitu National Institute for International Education (NIIED) dibawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan yang bekerja sama dengan 6 universitas swasta di Korea Selatan, yaitu Chosun University (Mechanical Engineering, Photonics Engineering), Chung-Ang University (Electrical and Electronics Engineering), Chungnam National University (Animal Science & Biotechnology), Keimyung University (Architecture & Civil Engineering), Kyungwoon University (Aeromechanical Engineering, Aviation IT Convergence), dan Mokpo National Maritime University (Marine Engineering).  

Bersama 29 mahasiswa lain dari 8 negara berbeda (Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, laos, Malaysia, Filipina, dan Kamboja), Partricia berkesempatan merasakan atmosfir berkuliah di Korea Selatan di Keimyung University yang terletak di Kota Daegu, Korea Selatan selama 5 minggu. Banyak yang dipelajarinya terkait dengan arsitektur dan teknik sipil, seperti Desain Struktur Tahan Gempa, Desain Seismik, Arsitektur Biomimikri, Arsitektur & Film, Perceptual Sketch & Form, Shake Table Test, Material Testing, Aqualibrium, Arsitektur & Budaya, Arsitektur Digital, dan lain sebagainya. Meskipun materi-materi tersebut sudah pernah diajarkan di universitas masing-masing, tetapi menurut Patricia, adanya diskusi dari peserta tentang hal yang telah dipelajari di negara masing-masing membuat perkuliahan menjadi menarik. Selain itu, topik presentasi bangunan UNESCO Heritage dari masing-masing negara juga membuat kebanggaan tersendiri bagi seluruh mahasiswa karena dapat memperkenalkan bangunan bersejarah di negaranya kepada peserta dari negara lain. 

Tak hanya belajar tentang arsitektur, di sana Patricia juga belajar mengenai budaya Korea Selatan, seperti Taekwondo, alat musik tradisional Samulnori, K-Pop Dance, Hanbok & Traditional Courtesy, Bahasa Korea, Sejarah Budaya Korea, dan Korean Movie. Setiap hari Jumat para mahasiswa diajak mengikuti field trip, mengunjungi landmark atau partner institution di sekitar Kota Daegu. Minggu pertama, mereka diajak mengunjungi Kota Tua Daegu yang sudah diubah menjadi Modern Culture Street, yaitu Yangnyeongsi Museum of Oriental Medicine, Gyesan Cathedral, House of American Christian Missionary Chamness, Old House, dan Daegu First Presbyterian Church, kemudian mengunjungi Daegu Safety Theme Park, dan Daegu Chimac Festival, yaitu festival makan ayam tepung goreng dengan saos pedas yang khas dimana merupakan makanan khas Daegu. Di minggu kedua, mereka mengunjungi Kota Ulsan, mengunjungi Hyundai Motors, Hyundai Heavy Industries, dan Ulsan Petroglyph Museum, melihat jejak kaki dinosaurus dan ukiran-ukiran tebing peninggalan zaman batu di Bangudae, Ulsan. Di minggu ketiga, mereka mengunjungi Kota Gyeongju dan Kota Pohang, melihat berbagai jenis rumah tradisional Korea yang sangat estetis di Yangdong Village, Gyeongju. Setelah itu kami mengunjungi POSCO Company dan Pohang Canal. Minggu terakhir mereka, mengunjungi Gyeongju Historical Site (Cheonmachong dan Daereungwon Tomb Complex), Gyeongju National Museum, dan Bulguk-sa Temple, yang bagi Patricia sangat menarik. Baginya, peninggalan-peninggalan sejarah zaman dinasti yang ada di Kota Gyeongju karena sangat indah, menarik untuk dipelajari, dan masih banyak yang bagus kondisinya meskipun sudah tertimbun tanah selama bertahun-tahun.

Di luar jam kuliah dan field trip, Patricia menghabiskan waktunya mengeksplorasi kota Daegu, mencoba makanan dan minuman khas Korea di beberapa shopping street dan cafe, dan mengunjungi Downtown di daerah Banwoldang (Dongseongno-ro) untuk melakukan wisata kuliner. Pada akhir pekan, Patricia dan teman-temannya mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Daegu, seperti The Arc, Donghwasa Temple, Gatbawi Buddha Stone, Daegu Stadium, Seomun Market, arsitektur terkenal di Soul, seperti Dongdaemun Design Plaza (Karya arsitek wanita terkenal Zaha Hadid), Namsan Tower, Hongdae Shopping Street, Myeondong Shopping Street, Lotte World Tower (Bangunan tertinggi di Korea Selatan), Cheonggyechon Stream (Restorasi sungai menjadi Public Space), Starfield Library COEX Mall, Gyeongbokgung Palace, Gwanghwamun Plaza, Insa-dong, Ewha Woman’s University, dan Bukchon Hanok Village, dan Haedong Yonggungsa Temple, Oryukdo Skywalk, dan Gamcheon Culture Village di Busan. Mengunjungi berbagai kota membuat Patricia belajar tentang desain kawasan perkotaan di Korea Selatan dan  sistem transportasi yang sudah terintegrasi dengan baik antara bus dan subway maupun dengan public areanya, sehingga kota-kota tersebut sangat ramah turis. 

Tidak ada kendala yang berarti bagi Patricia selama mengikuti program GKS for ASEAN tersebut. Dia merasa sangat senang dan bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti program tersebut, belajar di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan. Belajar bersama teman-teman dari mancanegara dan profesor-profesor hebat, membuat memori baru untuk dikenang, mendapat ilmu dan pelajaran kehidupan yang tidak didapatkannya di tempat lainnya menjadi bekal berharga bagi masa depannya. Oleh karena itu, dia sangat merekomendasikan teman-teman mahasiswa arsitektur maupun mahasiswa program studi teknik lainnya di Universitas Krsiten Petra untuk berpartisipasi dalam program ini tahun depan. "Kalahkan rasa takut dan jangan sampai melewatkan kesempatan berharga ini," pesan Patricia.

 

Baca lebih lanjut>
Maju dalam Kompetisi Nasional Tugas Akhir 2019, Gregorius Wakili Prodi Arsitektur
18 Sep 2019

Gregorius Christian Wijaya, bersama proyek Tugas Akhir nya yang berjudul Sanggar Mitigasi di Lombok, menjadi satu-satunya perwakilan Prodi Arsitektur UK Petra yang berhasil lolos hingga tahap penjurian kedua untuk kategori non tipologi. Dalam presentasi karya TA yang dilaksanakan tanggal 7 September 2019 di Intitut Teknologi Surabaya, Greg,begitu dia biasa dipanggil, berhasil mempresentasikan proyek nya tersebut dengan baik. Meskipun belum berhasil menjadi pemenang di kategori non tipologi, tapi Greg merasa bersyukur dapat mencapai tahap tersebut.

Baca lebih lanjut>
Pengutusan Wisudawan TA 80, Sebuah Awal Bagi Wisudawan Prodi Arsitektur Untuk Berkarya
17 Sep 2019

26 Agustus 2019 merupakan hari yang bersejarah tidak hanya bagi Prodi Arsitektur tetapi juga bagi 133 wisudawan yang pada hari itu diutus untuk berkarya di masyarakat. Acara yang diadakan di RK IV, Gedung W tersebut dibuka oleh penampilan band dari mahasiswa Hima Artra, kemudian dilanjutkan oleh sharing firman dari Bp. Anton Darmawan. Bp. Anton menegaskan para wisudawan agar tetap menjunjung integritas dalam melaksanakan pekerjaan mereka di masa mendatang. 

Pada kesempatan tersebut, Prodi juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi. Mereka yang mendapatkan penghargaan sebagai Best Graduates adalah Melisawati (IPK 3.92), Jessica Dwitya Intan (IPK 3.75), Gilbert Joseph (IPK 3.73) dan Stephani Deby Suharto (IPK 3.72) serta seorang mahasiswa yang mendapatkan predikat most outstanding graduate, yaitu Stefan Thaddeus Anderio (IPK 3.42 dan poik keaktifan 403.9).

Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing kesan pesan dari beberapa wisudawan dan juga dari ketua Hima periode 2017-2018, 2018-2019 dan 2019-2020, dan ditutup dengan pembagian kenang-kenangan yang telah disipakan oleh Hima Artra.

Akhir kata, Prodi Arsitektur mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi nya, selamat berkarya di masyarakat dan menjadi berkatdi mana pun kalian ditempatkan. 

Baca lebih lanjut>
Superjuri KTA 80, Kompetisi Para Mahasiswa Terbaik Prodi Arsitektur
23 Agu 2019

Superjuri Karya Tugas Akhir, merupakan sebuah event untuk memberi penghargaan kepada para mahasiswa yang proyek TA nya mendapatkan nilai tertinggi. Dalam Superjuri KTA 80 yang berlangsung tanggal 19 Agustus 2019 ini, 28 mahasiswa terbaik TA 80 kembali diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proyek mereka dihadapan 3 juri eksternal, yaitu DR. Undi Gunawan, ST., MT. (Akademiksi - Universitas Pelita Harapan), Giovanni Gunawan, ST.  (Praktisi - Benny Gunawan & Rekan Architects), dan Widjaja Yapeter, ST., M.Arch. (Alumni Arsitektur UK Petra - Praktisi) untuk selanjutnya dipilih karya TA terbaik dari antara yang terbaik.

Setelah melihat dan mendengarkan presentasi dari beberapa mahasiswa yang dipilih oleh para juri, mereka memutuskan 3 mahasiswa yang berhak mendapatkan nilai tertinggi, yaitu Gregorius Christian Widjaya (22415157) dengan judul KTA ‘Sanggar Mitigasi di Lombok’ mendapatka posisi tertinggi ketiga dan Tiffany Kusuma (22415026) dengan judul KTA ‘Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya’ berada di posisi tertinggi kedua, sedangkan pemenang pertama dalam Superjuri KTA 80 ini diraih oleh Ronaldo Fantoni (22415114) dengan KTA yang berjudul ‘Fasilitas Terapi Bagi Penderita Bipolar di Surabaya’.

Selain ketiga pemenang tersebut, para juri juga memilih 3 mahasiswa yang layak mendapatkan posisi Honorable Mentioned yaitu Ivanka Evangeline (22415011) dengan judul KTA ‘Terminal Bus Tambak Osowilangun Baru di Surabaya’, Kevin (22415026) dengan judul KTA ‘Stadion Delta Surabaya’, Ivanka Evangeline (22415011) dengan judul KTA ‘Terminal Bus Tambak Osowilangun Baru di Surabaya’ dan Steven Pinoto (22415096) dengan judul KTA ‘Fasilitas Arena Kuda Equesterian di Surabaya’.

Ronaldo Fantoni, mahasiswa peserta Superjuri KTA 80 sekaligus pemenang pertama merasa bersyukur mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. “Ajang ini menjadi kesempatan bagi saya untuk bisa saling belajar dari proyek tugas akhir teman-teman. Terimakasih untuk para juri yang juga telah memberi masukan dan kritikan yang membangun. Pesan saya untuk adik-adik tahun depan adalah untuk terus mengasah dan mengeskplorasi kemampuan diri agar dapat menghasilkan karya yang baik, berkualitas, dan sesuai dengan visi misi arsitektur UK petra. Goodluck!” ujar mahasiswa yang rajin mengikuti berbagai sayembara selama masa kuliahnya itu.

Baca lebih lanjut>
Ikuti Studi Ekskursi 2019 ke Singapore, Mahasiswa Arsitektur Belajar Tentang Green-Building
08 Agu 2019

 

Pada tanggal 5 – 9 Juli 2019, mahasiswa Prodi Arsitektur kembali mengadakan studi ekskursi (SE). SE kali ini dilakukan di Singapura. Sekitar 26 mahasiswa arsitektur semester 4 dan 6 didampingi oleh dosen pendamping Alterosje Asri S.T., M.T. mengunjungi beberapa objek arsitektur yang menarik di Singapura. Dipilihnya Singapura menjadi tujuan SE kali ini dengan pemikiran bahwa mahasiswa Arsitektur dapat belajar lebih dalam mengenai taraf arsitektur ditingkat Internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Arsitektur dapat memahami Green Architecture yang diterapkan oleh negara Singapura, di mana di negara yang memiliki keterbatasan lahan tersebut dapat diciptakan bangunan yang hemat energy.

Beberapa objek yang dikunjungi dalam SE kali ini adalah :

  • Changi International Airport Terminal 3
  • CPG Architect
  • Nanyang Technological University
  • Boon Lay Shooping Centre,
  • Mary of the Angels
  • Orchard Road
  • OASIA Hotel Downtown
  • Universal Studios Singapore
  • Sentosa Island
  • VivoCity
  • National University of Singapore
  • National Design Centre
  • Parkroyal on Pickering
  • Bugis Street
  • Urban Redevelopment Authority (URA)
  • Jewel at Changi Airport, Changi Airport Terminal 3

Banyak hal yang dapat dipelajari dari SE Singapura kali ini. Cindy Widjaya, mahasiswa Arsitektur angkatan 2016 belajar green architecture tidak hanya mengenai material tetapi energi secara keseluruhan dan diperlukan bagi kota di masa mendatang. Sedangkan menurut Jefferson Permana, mahasiswa angkatan 2017, pengalaman yang menarik baginya adalah saat mereka secara bersama-sama menganalisa bangunan-bangunan baru karena green architecture sangat berpengaruh menambah pengetahuannya. “Pengalaman yang terbaik adalah ketika menaiki bus dan berkeliling melihat bangunan baru,” ujarnya lagi.

Baca lebih lanjut>
Mini Workshop BIM-Revit bagi Dosen Prodi Arsitektur
11 Agu 2019

Mengawali perkuliahan di semester yang baru, Prodi Arsitektur kembali mengadakan workshop terkait dengan arsitektur digital, bagi para dosen tetap dan dosen luar baisa. Mini Workshop BIM (Building Information Modeling) Revit yang diadakan tanggal 1 Agustus 2019 ini mengundang  Aloysius Erwin Siahaan, S.T., IAI (AER Design Studio) sebagai narasumber.

Dalam Mini Workshop yang diikuti oleh 20 dosen ini, diperkenalkan software Revit sebagai tools untuk modeling dan sejauh mana kemampuan software tersebut dalam membantu perancangan arsitektur. Hal ini diharapkan dapat memperlengkapi dosen-dosen dalam membimbing mahasiswa khususnya di era digital ini.

Baca lebih lanjut>
WGG Prodi Arsitektur: Menyambut Maba Arsitektur 2019 dengan Euphoriarch
13 Agu 2019

Welcome to Grateful Generation (WGG) merupakan acara penyambutan mahasiswa baru yang dilakukan oleh Universitas Kristen Petra. Dalam rangkaian WGG tersebut, Prodi Arsitektur mengambil bagian dalam mengadakan WGG Prodi Arsitektur 2019, yang berlangsung tangal 30 Juli 2019 di Studio Gedung P Lt.8.

WGG Prodi Arsitektur yang mengambil tema Euphoriarch ini mengajarkan mahasiswa baru arsitektur tentang bagaimana perkuliahan di Prodi Arsitektur, dengan menghadirkan berbagai pembicara antara lain Prof. Ir. Lilianny S. Arifin, M.Sc., PhD, selaku Ketua Prodi Arsitektur, Roni Anggoro S.T., M.Sc., dosen Prodi Arsitektur yang juga merupakan mantan Kepala BAKA sebagai pembicara dan juga Stefan Rio Erwanto S.T., alumni Prodi Arsitektur angkatan 2014. Dalam kegiatan WGG tersebut, para mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan para dosen yang akan mengajar mereka selama 4 tahun berkuliah di Prodi Arsitektur.

Baca lebih lanjut>
SARMABA 2019-Substructure: Sebuah Pondasi Relasi Prodi Arsitektur dengan Orang Tua Maba 2019
01 Agu 2019

Sabtu, 20 Juli 2019 Prodi Arsitektur kembali mengadakan Sarasehan Orang Tua Mahasiswa Baru (Sarmaba) Arsitektur 2019. Acara yang diadakan di Amphiteather Gedung Q ini dihadiri oleh 120 mahasiswa baru arsitektur angkatan 2019 bersama orang tua mereka.

Sarmaba yang dimulai pukul 08.00 ini dibuka dengan performance dari mahasiswa arsitektur dan dilanjutkan oleh pengenalan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan oleh Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T. selaku Dekan FTSP dan pengenalan Program Studi Arsitektur oleh Feny Elsiana, S.T., M.T. selaku Sekretaris Prodi Arsitektur. Dalam kesempatan tersebut, dibuka juga sesi tanya jawab yang disambut dengan antusias oleh orang tua mahasiswa baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan HIMA Arsitektur oleh Bonafisius Kanda, mahasiswa Prodi Arsitektur angkatan 2018 dan sharing alumni oleh Bramasata Redyantanoe Putra, S.T., M.T., yang merupakan alumni Prodi Arsitektur UK Petra angkatan 2006 sekaligus founder RetDesign.

Selain pengenalan fakultas dan prodi serta sharing dari Hima maupun alumni, hal yang menarik dari Sarmaba kali ini adalah performance drama singkat di setiap pergantian sesi yang dimainkan dengan apik oleh Benjamin, Eugene Jessica dan Zefany Sianipar, mahasiswa arsitektur angkatan 2018, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari mahasiswa arsitektur.

Baca lebih lanjut>
Architecture Department Student Catalog 2019-2020
30 Jul 2019

Dear students, get the annual student catalog of this year on this link.

Baca lebih lanjut>
Desain Pengembangan Kawasan Dow Hill Track, Sebuah Kontribusi MK KKP-Arsitektur Anak bagi Negara
30 Jul 2019

Tanggal 2 Juli 2019 merupakan hari yang bersejarah bagi Mata Kuliah Kerja Kerja Pelayanan (KKP) Arsitektur Anak Prodi Arsitektur, di mana pada hari tersebut mahasiswa arsitektur mempresentasikan desain pengembangan kawasan Dow Hill Track yang ramah bagi anak-anak dan keluarga atlet pesepeda. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga serah terima desain tersebut oleh Prodi Arsitektur dan LPPM UK Petra kepada pihak PERHUTANI dan donatur yang tergabung dalam kegiatan pengembangan kawasan desa atau hutan.

Proyek pengembangan kawasan Dow Hill Track ini merupakan tugas akhir MK KKP tersebut, yang dikerjakan dalam jangka waktu 1 semester. Tujuan dari pengembangan kawasan tersebut adalah untuk menciptakan sebuah wadah rekreasi keluarga khususnya anak-anak, di kawasan hutan pinus yang bersinggungan dengan olahraga ekstrim, sekaligus mampu menaikkan kesejahteraan dan perekonomian bagi warga sekitar. Dalam proses pengembangan desain tersebut, mahasiswa mengunjungi lokasi, mengamati potensi apa saja yang bisa dipertahankan dan dikembangkan serta melakukan komunikasi langsung dengan warga setempat melalui forum group disscussion untuk mengakomodasi impian dan kebutuhan warga yang dapat dituangkan dalam desain setiap tim mahasiswa.

“Kami berharap melalui karya desain KKP kami ini, bisa menjadi berkat dan membantu bagi warga Desa Gerbo dan pengembangan lokasi Tutur Welang”, ujar Jessica Vera, salah satu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut. Senada dengan Jessica, Christine Wonoseputro selaku dosen pengampu MK tersebut berharap semoga rencana pengembangan hutan wisata dapat berjalan dengan baik ke depan dan dia juga berterima kasih kepada segenap pihak yang mendukung pelayanan tersebut.

Baca lebih lanjut>
Jadwal PRS dan Perwalian Semester Ganjil 2019/2020
19 Jul 2019

Terlampir jadwal PRS dan perwalian semester ganjil 2019/2020.

Baca lebih lanjut>
Rayakan Dies ke 52, Prodi Arsitektur Gelar Berbagai Acara
01 Mei 2019

Dalam rangka merayakan Dies ke 52 Prodi Arsitektur mengadakan rangkaian acara yang dilaksanakan pada tanggal 22-27 April 2019. Rangkaian acara Dies tersebut diawali dengan Archiexpo, yaitu display karya mahasiswa dan dosen Prodi Arsitektur di selasar Gedung P selama acara Dies. Dalam acara Archiexpo tersebut, dimeriahkan juga dengan sharing alumni Prodi Arsitektur, antara lain Paulus Setyabudi, Amanda Kohar, dan alumni lainnya.

Acara lainnya adalah ArchitectureX, yaitu talkshow yang mengudang para arsitek untuk berbagi pengalaman mereka. Acara yang dilaksanakan tanggal 24 April 2019 tersebut menghadirkan Defry Agatha – ordes arsitektur, Ardy Hartono K. – Dua Studio, F. Raymond Halim – ANTI-Architecture, Gayuh Budi – Gursiji Studio dan Mansyur Hasan – Sembilan Studio, sebagai pembicara, dan dimoderatori oleh  Altrerosje Asri, dosen Prodi Arsitektur dan Clifford Sutedjo – Spasi Architecture.

Selain acara tersebut, Prodi Arsitektur juga mengadakan Seminar internasional, The 3rd International Conference on Emphatic Architecture (ICEA) dengan tema ‘return to zero’. Seminar yang dilaksanakan tanggal 25-26 April 2019 tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai negara, yaitu Yori Antar - Han Awal & Partners, Indonesia, Prof. Mohd. Hamdan Ahmad - Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Malaysia, Kuowei Eleazar Godfrey Chiu - Tunghai University, Taiwan, Siritip Harntaweewongsa - GreenDwell, Thailand dan Keat Ong - Nota Design Group, Singapore.

Dalam ICEA tersebut, terdapat juga student session yang berupa Seminar Arsitektur Nasional dan presentasi serta penjurian Sayembara Architecture Festival yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Hima Artra. Selain kedua acara tersebut, kolaborasi dengan Hima Artra juga dilakukan dalam kegiatan Urban Sketcher Festival dan Gada (GEEST VAN DE ARCHITECTUUR).

Rangkaian acara Dies 52 tersebut ditutup dengan Culture Night yang dilaksanakan tanggal 26 April 2019. Dalam acara tersebut dilakukan perayaan ulang tahun Prodi Arsitektur dan diisi oleh performance oleh para mahasiswa arsitektur.

Baca lebih lanjut>
Kujungan Mahasiswa KMTA WISWAKHARMAN, dari UGM
07 Feb 2019

Pada hari Senin, 28 Januari 2019, Program Studi Arsitektur dan Himpunan Mahasiswa Arsitektur UK Petra (HIMAARTRA) menerima kunjungan dari Himpunan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KMTA (Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur) Wismakharman dan perwakilan dari HIMAARTA berdiskusi dan bertukar pendapat tentang visi-misi, susunan organisasi dan departemen, program-program yang diadakan oleh masing-masing Hima. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan HIMAARTRA juga mengenalkan dan menjelaskan rangkaian kegiatan Dies Natalis 52 tahun Prodi Arsitektur yang akan berlangsung, mulai dari lomba dan sayembara yang diselenggarakan hingga konferensi ICEA.

Tak hanya selesai sampai di situ, sekitar 54 mahasiswa dari KMTA Wismakharman tersebut juga diajak untuk mengikuti campus tour, di mana perwakilan HIMAARTA menjelaskan fasilitas yang tersedia, mulai dari studio hingga laboratorium, dan kegiatan sehari-hari yang umumnya dilakukan oleh mahasiswa arsitektur UK Petra. Acara kunjungan tersebut diakhiri dengan mengunjungi Gedung Q.

Baca lebih lanjut>
Mahasiswa Arsitektur Raih Juara 3 Sayembara Desain Arsitektur SPACETACULAR
20 Des 2018

Sebuah prestasi kembali diraih oleh mahasiswa Prodi Arsitektur. Dalam kesempatan kali ini, Ronaldo Fantoni dan Anthony Margono, keduanya merupakan mahasiswa arsitektur angkatan 2015 berhasil meraih juara 3 dalam Sayembara Desain Arsitektur SPACETACULAR yang diadakan bulan November 2018. 

Dalam sayembara yang mengusung konsep mengolah space yang kecil di tengah perkotaan namun memiliki unsur kebudayaan dan tropis yang spektakuler di dalamnya, Ronaldo dan Anthony menampilkan desain yang berjudul Omah Doro, yang mengusung lokalitas Surabaya.

Menurut Ronaldo, mereka mengikuti lomba yaitu untuk mencari pengalaman baru dan mengasah kemampuan dalam merancang sebuah bangunan. Bagi mereka, mengikuti lomba menjadi hiburan di tengah padatnya rutinitas tugas di studio kampus, karena dapat menuangkan ide-ide dan berdiskusi dengan rekan satu tim secara bebas. Selain itu, mereka juga belajar menekan ego dan mendengarkan pendapat orang lain sehingga dapat menghasilkan sebuah karya desain yang maksimal.

"Tentunya menjadi sebuah kebanggaan ketika saya dan tim dapat mewakili kampus sebagai pemenang juara 3 di lomba tersebut. Kami menjadi lebih termotivasi lagi dalam mengikuti sayembara selanjutnya dan juga tidak sabar untuk mengeksplorasi banyak hal tentang arsitektur," ujar Ronaldo.

 

Baca lebih lanjut>
Peluncuran dan Bedah Buku "H.L.J.M. Estourgie and Son: Architects in Surabaya and Beyond"
30 Nov 2018

Jumat, 23 November 2018, Program Studi Arsitektur bekerjasama dengan Program Studi Magister Arsitektur dan Unit Perpustakaan mengadakan acara bedah buku "H.L.J.M. Estourgie and Son: Architects in Surabaya and Beyond". Menghadirkan Timoticin Kwanda, B.Sc., M.R.P., Ph.D. (dosen Prodi Arsitektur UK Petra) selaku penulis dan Ir. Handinoto, M.T. (dosen Prodi Arsitektur UK Petra) selaku pembahas, acara yang bertempat di Gedung Radius Prawiro lantai 10 tersebut dihadiri 150 peserta yang terdiri dari akademisi, pemerhati budaya, praktisi arsitek dan mahasiswa.

Buku "H.L.J.M. Estourgie and Son: Architects in Surabaya and Beyond" tersebut merupakan hasil penelitian Timoticin Kwanda, Ph.D. bersama Dr. Pauline K.M. van Roosmalen, peneliti dari PKMvR Heritage Research Consultancy, Netherlands. Dr. Pauline juga menulis chapter 1 dari buku tersebut. Dalam buku tersebut, dibahas perjalanan karir H.L.J.M. Estourgie di Indonesia dan karya-karya arsitekturnya, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi. Sesi diskusi berlangsung sangat menarik. Para seserta antusias mengajukan pertanyaan tentang karya Estourgie dan upaya konservasi bangunan kolonial tersebut. Acara tersebut kemudian ditutup dengan foto bersama dan pemberian tanda tangan.

Baca lebih lanjut>
Mahasiswa ProdiArsitektur Wakili Indonesia di Asian Contest of the Architectural Rookie’s Award 2018
28 Nov 2018

Sebuah prestasi internasional kembali diraih oleh Prodi Arsitektur. Joan Chrisanti, mahasiswa Arsitektur angkatan 2017 terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Asian Contest of the Architectural Rookie’s Award (ACARA) 2018 yang diadakan tanggal 1 – 3 November 2018 di Yuan Ze University, Taipei, Taiwan. Dalam kompetisi yang mengangkat tema ‘habitation’ tersebut, Joan bersama 19 peserta lain dari 13 negara Asia berkesempatan mempresentasikan karya mereka yang mencerminkan budaya dan konteks sejarah di Asia.

Joan mengajukan proyek studi Merancang 2 nya, yaitu Contemporary Mojokerto House. Dengan mengangkat konsep 'Local and Contemporary', sejarah Mojokerto, Candi Bajangratu, orientasi lokal diterapkan dalam konsep desain dengan menggunakan material lokal Mojokerto, yaitu bata merah dan jendela krepyak. Bangunan tersebut didesain secara kontemporer, namun tidak meninggalkan nilai lokal tradisi masyarakat setempat, sehingga pengguna dapat merasakan kembali nilai dan budaya lokal di Mojokerto.

“Saya merasa senang sekali mendapat pengalaman baru, belajar hal baru, mendapat teman baru dan menjalin relasi dengan 19 kontesan lain. Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada setiap orang yang telah mendukung saya. Harapan saya selanjutnya sebagai arsitek, kita tidak boleh melupakan nilai lokal daerah kita. Karena nilai lokal adalah harta warisan yang mempunyai potensi dan harus dijaga. Kita harus terus belajar dan berusaha, juga mengambil kesempatan yang ada,” tutur Joan.

Baca lebih lanjut>
Ikuti International College Construction Competition, Tim Gentong raih juara Ketiga
03 Okt 2018

Bulan September 2018 lalu, mahasiswa Program Studi Arsitektur berhasil menorehkan prestasi dalam  2018 Guangdong-Hong Kong-Macao International College Construction Competition and Tian Hua Bamboo Structure Design Preliminary Competition Indonesian Division. Tiga mahasiswa angkatan 2015 yang tergabung dalam Tim Gentong, yaitu Ing Julita, Catherine dan Ima Niantiara Putri, berhasil meraih juara ketiga dalam sayembara yang mengangkat tema Bamboo with Umbralla tersebut, dengan hasil karya mereka yang dinamakan Nymph.

Menurut Tim Gentong, mereka mengikuti sayembara tersebut untuk menambah pengalaman baru, selain pengalaman perkuliahan, terlebih lagi sayembara ini mengangkat tema material bambu dan bertaraf internasional. "Kami mengikuti lomba ini dengan santai, serius tapi penuh tawa. Have fun saja. Bisa menang, tentu senang sekali karena ini lomba internasional pertama dan kami menjadi pemenang," ujar Ima Tiara mewakili teman-temannya. 

Baca lebih lanjut>
Bedah Buku dan Kuliah Umum: Jatidiri Arsitektur Indonesia
09 Nov 2018

Regionalisme arsitektur adalah sebuah cara untuk mengungkapkan jatidiri melalui arsitektur. Hal tersebut menjadi tema yang dibahas dalam kegiatan Bedah Buku dan Kuliah Umum: Jatidiri Arsitektur Indonesia. Acara ini diadakan oleh Program Studi Arsitektur berkolaborasi dengan Program Studi Magister Arsitektur dalam rangka peluncuran Buku Jatidiri Arsitektur Indonesia, yang merupakan buku perdana Dr. Maria I. Hidayatun, MA.

Acara yang berlangsung di Gedung W lantai 10 tersebut diawali oleh paparan dari Dr. Ir. Maria I. Hidayatun, MA selaku sang penulis dan Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo M.Arch selaku pembahas, dilanjutkan oleh diskusi yang dipimpin oleh Ir. Priyo Pratikno, MT.

Baca lebih lanjut>
Menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja APTARI, Prodi Arsitektur Menjamu Dosen Arsitektur Seluruh Indonesia
19 Okt 2018

Tanggal 15-16 Oktober 2018, Program studi Arsitektur mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI). Acara ini dimulai dengan kunjungan ke biro arsitek Andyrahman pada hari pertama yang kemudian dilanjutkan dengan welcome dinner di hotel Luminor. Pada hari kedua, acara dimulai dengan pleno yang mengambil tema Tren Pendidikan Arsitektur di Indonesia. Selanjutnya, para peserta yang berjumlah lebih dari 200 dosen arsitektur dari seluruh universitas di Indonesia tersebut dibagi dalam sesi diskusi pararel dengan tema kurikulum, akreditasi, pengembangan keilmuan, dan pendidikan keprofesian. Setelah makan siang, peserta kembali mengikuti pleno dengan tema penerapan UU arsitek dan relevansi dengan pendidikan tingi arsitektur Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, diberikan juga kesempatan kepada Universitas Tadulako, Palu untuk berbagi keadaan di Palu.

Menurut Fadilla, salah satu peserta asal Universitas Muhammadiyah Surakarta, materi pleno tentang tren terbaru pendidikan arsitektur di Indonesia sangat menarik. Secara keseluruhan, dosen muda tersebut merasa puas mengikuti  Rapat Kerja APTARI ini.

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 21-40 dari 74 item.