Menelisik Inclusive Urbanism dalam 7th PAAU di Malaysia

11 Nov 2019

19 Oktober 2019 merupakan tanggal dimulainya 7th Platform for Asian Architecture and Urbanism yang kali ini mengusung tema inclusive urbanism. Universitas Tunku Abdul Rahman,Malaysia kali ini menjadi host kegiatan workshop arsitektur yang dihadiri oleh 7 universitas dari 6 negara yaitu Indonesia,Malaysia, India,China,Taiwan dan Thailand. Sebanyak 6 orang mahasiswa arsitektur didampingi oleh Chrstine Wonoseputro S.T., M.Sc., berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kegiatan tersebut. 7th PAAU dibuka dengan kata sambutan dilanjutkan dengan seminar yang bertujuang mengenalkan George Town,Penang. Acara dilanjutkan dengan site visit menuju proyek konservasi karya Ar.TPr. Michael Ong Chin Keong, di mana mahasiswa dibagi dalam kelompok diskusi.

Pada hari kedua, hari Minggu, peserta berkumpul di Armenian Park untuk melakukan sketsa bersama para sketcher profesional yang memberi pelatihan dilanjutkan makan bersama dan site visit bagi setiap kelompok. Kegiatan diskusi kelompok dilanjutkan hingga hari yang ketiga, di mana setiap kelompok  mengunjungi rumah warga untuk wawancara dan melihat situasi site yang telah dibagi.

Hari keempat setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi untuk diberi tanggapan para mentor dan terdapat voting untuk karya terfavorit urban sketch. Hasil diskusi sangat bervariasi, mulai dari kritik terhadap peraturan pemerintah, alternatif desain seperti bentuk rumah yang baru, dan membuat linkage dari kedua taman. Presentasi itu pun diakhiri dengan foto bersama.

Hari kelima, peserta diajak untuk berkeliling Pulau Penang dengan mengunjungi beberapa proyek yang di desain oleh Ar.TPr. Michael Ong Chin Keong, yang juga merupakan salah satu mentor di 7th PAAU. Proyek yang pertama dikunjungi adalah Sia Boey Market Urban Renewal, dimana kedepannya akan dibangun stasiun LRT juga disana. Dari lokasi tersebut, peserta berkendara dengan bus selama kurang lebih 1 jam menuju SPICE Convention Centre. Destinasi selanjutnya adalah Penang Hill, sebuah tempat wisata di Bukit Bendera di mana pengunjung dapat melihat keseluruhan Kota dari atas bukit. Perjalanan hari itu diakhiri dengan mengunjungi Komtar sebagai destinasi terakhir untuk hari kelima.

Dihari yang ke-6, seluruh peserta menuju Kuala Lumpur untuk mengunjungi Universitas Tunku Abdul Rahman. Sesampainya di kampus Kampar seluruh peserta diajak untuk berkeliling kampus yang besar ini dengan mengunjungi beberapa gedung-gedungnya, danau utama dan juga hasi-hasil karya yang dihasilkan oleh mahasiswa. Setelah puas berkeliling, perjalanan berlanjut hingga malam hari. Keesokan harinya yang meruapakan hari terakhir 7th PAAU, seluruh peserta menunjungi  Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR) kampus Sungai Long dimana departmen arsitektur berada. Peserta diajak berkeliling studio dan melihat hasil karya mahasiswa arsitektur UTAR. Dalam Campus tour ini, seluruh peserta ditemani oleh perwakilan dosen dari UTAR. Campus tour tersebut dilanjutkan dengan closing ceremony dan foto bersama. Selanjutnya seluruh peserta akan dibagi kedalam 2 bis besar dimana bis A akan pergi menuju gedung PAM (Pertubuhan Arkitek Malaysia) dan daerah Istana Merdeka, sedangkan bis B akan pergi menuju Putrajaya , Cyberjaya, dan Tamarind Square. Setelah 6 jam dan puas berkeliling, perserta kembali benrkumpul di KLCC untuk melihat arsitektur terkenal Twin Tower. Rangkaian kegiatan itu pun berakhir dan keesokan harinya seluruh peserta pulang ke negara masing-masing.

Kegiatan 7th PAAU ini memberi banyak pelajaran bagi mahasiswa. “Selain dari bertukar pikiran mengenai dunia arsitektur, kami dapat mempelajari budaya baru, pertemanan yang baru, pola pikir yang berbeda, dan sudut pandang yang berbeda. Sepulangnya dari PAAU jadi membuat kami semangat dalam berkuliah. Bagi kami, hal yang paling berharga dan berkesan adalah mendapat relasi dengan  teman arsitek dari berbagai negara.” ujar Cindy, mahasiswa arsitektur angkatan 2016 yang mengikuti 7th PAAU ini.


Close previewer