Publikasi

Dosen Arsitek Menjadi Narasumber Diseminasi Bedah Buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung
26 Nov 2019

Tanggal 21 dan 22 Oktober 2019 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan diseminasi Bedah Buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung. Dalam acara yang diadakan di Hotel Santika Jemursari tersebut, beberapa dosen Prodi Arsitektur, yaitu Dr. Ir. Maria Hidayatun, MA., Anik Juniwati, S.T., M.T., Esti Asih Nurdiah S.T., M.T., dan Ir. Nugroho Susilo M.Bdg.Sc., yang merupakan penulis buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung diundang menjadi narasumber. Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut menghadirkan Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D. sebagai moderator.

Diseminasi hari pertama membahas tentang konstruksi dan pra pelaksanaan pembangunan, sedangkan hari kedua membahas tentang desain arsitektur, perencanaan utilitas dan plumbing. Dalam diseminasi tersebut, juga diberikan waktu untuk diskusi dan tanya jawab dari para hadirin yang merupakan para praktisi dan pakr di bidang arsitektur dan konstruksi bangunan sehingga didapatkan masukan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan isi buku tersebut.

Baca lebih lanjut>
Berawal dari Tugas Mata Kuliah, Mahasiswa Arsitektur Raih Juara 2 Sayembara Archiweek UMN 2019
26 Nov 2019

Berawal dari tugas MK Pengkayaan Temporalitas, dan berakhir sebagai Juara 2 Sayembara Archiweek UMN 2019, itulah yang dialami oleh Cynthia Christianty, Michael Yohanes, dan Joan Chrisanti. Ketiga mahasiswa angkatan 2017 tersebut berhasil lolos hingga tahap final 5 besar sayembara Creative Sustainable Home Office, yang merupakan rangkaian acara Archiweek yang diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Ketiga mahasiswa tersebut mendapat kesempatan mempresentasikan karya mereka dalam penjurian final yang diselenggarakan tanggal 23 November 2019 di Universitas Multimedia Nusantara, Tanggerang, Jawa Barat. 

Dalam sayembara tersebut, mereka mengusung karya yang berjudul berjudul Studio Tirai. Tirai menjadi elemen utama pada desain karya mereka, dimana semua dinding dan partisi dalam desain menggunakan tirai jenis louver dan roller blind yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Selain itu, perabot yang digunakan juga sederhana dan dapat diringkas kedalam storage yang terletak dibawah lantai, sehingga melahirkan sebuah studio yang dapat mengakomodasi fungsi Home, Office, dan Gallery secara utuh dengan prinsip temporalitas waktu. 

“Puji Tuhan, hasilnya kami dapat meraih posisi juara 2 dalam sayembara ini. Kami merasa seru sekali dan belajar banyak atas kesempatan ini. Kami dapat bekerja sama dalam tim, mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, membuka referensi baru dari universitas lain, menemukan pola pikir baru, dan terlebih lagi mendapat komentar dari para juri yaitu Yusing, Ade Mulyanti, dan Hendrico. Pesan kami, menang atau kalah itu urusan akhir, yang penting menyelesaikan sampai akhir dan berusaha memberi yang terbaik, Tuhan memberkati,” ujar Joan mewakili timnya.

Baca lebih lanjut>
Ikuti Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang, Mahasiswa Prodi Arsitektur Raih Juara 3
25 Nov 2019

Sebuah prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Prodi Arsitektur. Cindy, Kevin Ardisa dan Moses M. Hendrawan, mahasiswa Arsitektur angkatan 2016 dan 2017, didampingi oleh Sylviana Putri S., S.T., M. Eng., selaku dosen Prodi Arsitektur dan Gratio Ray Sutanto S.T., arsitek praktisi, berhasil meraih juara 3 Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang dalam penjurian yang berlangsung 17 Oktober 2019 di Balairung Kantor Walikota Singkawang.

Desain masjid yang berjudul “Ealaqat Alwiam” ini mengutamakan konsep keharmonisan dan relasi manusia dengan Tuhan dan dengan sesame, sesuai dengan judul yang diusung. Ide desain tersebut berangkat dari Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota yang toleran, meskipun mayoritas penduduknya umat muslim, tetapi kota tersebut juga dikenal sebagai Kota Seribu Klenteng. Ketenangan dan kebahagiaan diwujudkan dalam ruang-ruang yang sakral dan profan, sedangkan bentuk bangunan mengambil unsur arsitektur lokal yaitu arsitektur Dayak.

Meskipun awalnya mereka tidak menyangka akan berhasil sampai enam besar karena sayembara ini bertaraf nasional, dan banyak biro-biro arsitek ternama yang tidak berhasil mencapai enam besar, tetapi mereka berusaha memaksimalkan presentasi supaya bisa berkompetisi dengan peserta lain yang professional.

“Hal yang menarik dari sayembara ini adalah kami banyak belajar, antara dosen, mahasiswa dan praktisi dimana kami saling berbagai sudut pandang dan ide. Kami juga belajar dari ide peserta lain dan masukan dari dewan juri baik kepada kami maupun kepada peserta lain. Selain itu, hal yang sangat penting adalah kami belajar membuat presentasi yang menarik penonton, karena kesulitan yang dihadapi saat presentasi adalah tidak mampu menyampaikan ide yang sebenarnya sangat menarik,” ujar Sylviana Putri.

“Menjadi juara 3 benar-benar di luar dugaan kami, karena peserta yang lain sangat bagus,” ujar Moses. “Untuk teman-teman yang belum pernah ikut lomba, ayo ikut! Bukan untuk menang tapi untuk belajar mendesign di luar merancang, dan bagi teman teman yang belum menang jangan menyerah, ambil ilmunya, kemenangan pasti akan menyusul!” pesan Moses kepada mahasiswa Prodi Arsitektur.

Baca lebih lanjut>
Menelisik Inclusive Urbanism dalam 7th PAAU di Malaysia
11 Nov 2019

19 Oktober 2019 merupakan tanggal dimulainya 7th Platform for Asian Architecture and Urbanism yang kali ini mengusung tema inclusive urbanism. Universitas Tunku Abdul Rahman,Malaysia kali ini menjadi host kegiatan workshop arsitektur yang dihadiri oleh 7 universitas dari 6 negara yaitu Indonesia,Malaysia, India,China,Taiwan dan Thailand. Sebanyak 6 orang mahasiswa arsitektur didampingi oleh Chrstine Wonoseputro S.T., M.Sc., berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kegiatan tersebut. 7th PAAU dibuka dengan kata sambutan dilanjutkan dengan seminar yang bertujuang mengenalkan George Town,Penang. Acara dilanjutkan dengan site visit menuju proyek konservasi karya Ar.TPr. Michael Ong Chin Keong, di mana mahasiswa dibagi dalam kelompok diskusi.

Pada hari kedua, hari Minggu, peserta berkumpul di Armenian Park untuk melakukan sketsa bersama para sketcher profesional yang memberi pelatihan dilanjutkan makan bersama dan site visit bagi setiap kelompok. Kegiatan diskusi kelompok dilanjutkan hingga hari yang ketiga, di mana setiap kelompok  mengunjungi rumah warga untuk wawancara dan melihat situasi site yang telah dibagi.

Hari keempat setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi untuk diberi tanggapan para mentor dan terdapat voting untuk karya terfavorit urban sketch. Hasil diskusi sangat bervariasi, mulai dari kritik terhadap peraturan pemerintah, alternatif desain seperti bentuk rumah yang baru, dan membuat linkage dari kedua taman. Presentasi itu pun diakhiri dengan foto bersama.

Hari kelima, peserta diajak untuk berkeliling Pulau Penang dengan mengunjungi beberapa proyek yang di desain oleh Ar.TPr. Michael Ong Chin Keong, yang juga merupakan salah satu mentor di 7th PAAU. Proyek yang pertama dikunjungi adalah Sia Boey Market Urban Renewal, dimana kedepannya akan dibangun stasiun LRT juga disana. Dari lokasi tersebut, peserta berkendara dengan bus selama kurang lebih 1 jam menuju SPICE Convention Centre. Destinasi selanjutnya adalah Penang Hill, sebuah tempat wisata di Bukit Bendera di mana pengunjung dapat melihat keseluruhan Kota dari atas bukit. Perjalanan hari itu diakhiri dengan mengunjungi Komtar sebagai destinasi terakhir untuk hari kelima.

Dihari yang ke-6, seluruh peserta menuju Kuala Lumpur untuk mengunjungi Universitas Tunku Abdul Rahman. Sesampainya di kampus Kampar seluruh peserta diajak untuk berkeliling kampus yang besar ini dengan mengunjungi beberapa gedung-gedungnya, danau utama dan juga hasi-hasil karya yang dihasilkan oleh mahasiswa. Setelah puas berkeliling, perjalanan berlanjut hingga malam hari. Keesokan harinya yang meruapakan hari terakhir 7th PAAU, seluruh peserta menunjungi  Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR) kampus Sungai Long dimana departmen arsitektur berada. Peserta diajak berkeliling studio dan melihat hasil karya mahasiswa arsitektur UTAR. Dalam Campus tour ini, seluruh peserta ditemani oleh perwakilan dosen dari UTAR. Campus tour tersebut dilanjutkan dengan closing ceremony dan foto bersama. Selanjutnya seluruh peserta akan dibagi kedalam 2 bis besar dimana bis A akan pergi menuju gedung PAM (Pertubuhan Arkitek Malaysia) dan daerah Istana Merdeka, sedangkan bis B akan pergi menuju Putrajaya , Cyberjaya, dan Tamarind Square. Setelah 6 jam dan puas berkeliling, perserta kembali benrkumpul di KLCC untuk melihat arsitektur terkenal Twin Tower. Rangkaian kegiatan itu pun berakhir dan keesokan harinya seluruh peserta pulang ke negara masing-masing.

Kegiatan 7th PAAU ini memberi banyak pelajaran bagi mahasiswa. “Selain dari bertukar pikiran mengenai dunia arsitektur, kami dapat mempelajari budaya baru, pertemanan yang baru, pola pikir yang berbeda, dan sudut pandang yang berbeda. Sepulangnya dari PAAU jadi membuat kami semangat dalam berkuliah. Bagi kami, hal yang paling berharga dan berkesan adalah mendapat relasi dengan  teman arsitek dari berbagai negara.” ujar Cindy, mahasiswa arsitektur angkatan 2016 yang mengikuti 7th PAAU ini.

Baca lebih lanjut>
Wakili UK Petra dan Indonesia, Nadya Meraih Juara Pertama 8th ACARA
11 Nov 2019

Sebuah prestasi internasional kembali diraih oleh Prodi Arsitektur. Nadya Winaga Putri, mahasiswa Arsitektur angkatan 2016 menjadi juara pertama 8th Asian Contest of the Architectural Rookie’s Award (ACARA) 2019 yang diadakan tanggal 1 – 3 November 2019 di ASJ Tokyo Cell, Jepang. Dalam kompetisi yang mengangkat tema ‘Symbiosis of Man and Nature’ tersebut, Indonesia diwakili oleh dua orang mahasiswa yang semuanya berasal dari UK Petra, yaitu Nadya Winaga dan Andrew Laksmana, di mana keduanya merupakan pemenang pertama dan kedua 8th ACARA tingkat nasional. Nadya dan Andrew  bersama 21 peserta lain dari 13 negara Asia berkesempatan mempresentasikan karya mereka yang mencerminkan budaya dan konteks sejarah di Asia.

Nadya mengajukan proyek Merancang 6 nya, yaitu  In The Midst Of, sebuah tempat ibadah umat Budha yang didesain dengan konsep ‘achieving emptiness’. Sedangkan Andrew, yang harus puas berhenti di top eight, mengajukan proyek Merancang 4 nya, yaitu Briome, sebuah panti asuhan multi massa yang mengusung konsep ‘connecting people to people, people to nature and nature to nature’.

Kontes yang bertujuan untuk mereview, menilai dan mengevaluasi proyek studio arsitektur mahasiswa di seluruh Asia ini menawarkan kesempatan untuk dapat saling bertukar ide dan pemikiran mereka terkait dengan gaya arsitektur yang berbeda di setiap negara. Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya Nadya dan Andrew yang mewakili Indonesia sebagai peserta, tetapi juga Prof. Timoticin Kwanda, dosen arsitektur juga tergabung sebagai salah satu dewan juri, bersama Dr. Lee Youngil (President AUA, Jepang), Kobori Tetsuo (Tetsuo Kobori Architects, Jepang), Prof Zhang Tong (Southeast University, China), Prof Soukanh Chithpanya (National University of Laos), Prof, Kang Chul Hee (Prsident KIA, Korea Selatan), Prof Wang Chun Hsiung (Shih Chien University, Taiwan) dan Prof. Truong Quoc Su (The Univesity of Architecture of Ho Chi Minh City, Vietnam).

Baca lebih lanjut>
Menelusuri Arsitektur Vernakular di Banyuwangi
08 Nov 2019

Tanggal 18-20 Oktober 2019, mahasiswa Prodi Arsitektur bersama dengan mahasiswa Magister Arsitektur dan Program Profesi Arsitektur mengadakan kuliah lapangan ke Desa Kemiren, Banyuwangi untuk mempelajari tentang arsitektur vernakular. dan regionalisme arsitektur. Arsitektur Vernakular meruapakan mata kuliah pilihan Prodi Arsitktur, sedangkan Regionalisme Arsitektur merupakan mata kuliah Prodi Magister Arsitektur dan PPAr. Kuliah lapangan yang berlangsung selama tiga hari tersebut didamping oleh Dr. Ir. Maria I. Hidayatun selaku dosen pengampu MK Arsitektur Vernakular dan Regionalisme Arsitektur, Rully Damayanti, S.T., M.Sc, PhD., selaku Kaprodi Magister Arsitektur dan Sylviana Putri S., S.T., M.Eng. selaku dosen Prodi Arsitektur.

Desa Kemiren dipilih sebagai tujuan dari kuliah lapangan ini karena arsitekturnya yang menampilkan nilai lokalitas sehingga mahasiswa dapat mempelajari secara langsung bagaimana arsitektur vernakular desa tersebut. Selain Desa Kemiren, objek lain yang dikunjungi adalah Poliwangi, Bandara Banyuwangi dan Hotel Sahid Kemiren untuk mempelajari bagaimana regionalitas ditampilkan dalam arsitektur. Dalam studi lapangan tersebut, mahasiswa juga mengunjungi Watudodol untuk mempelajari penerapan nilai-nilai lokal dan material lokan dalam desain bangunan.

Baca lebih lanjut>
Soroti Revitalisasi, Prodi Arsitektur Adakan Kuliah Umum dan Forum Diskusi
31 Okt 2019

Jumat, 4 Oktober 2019, Prodi Arsitektur mengadakan kuliah umum dan forum diskusi yang berjudul ‘Revitalisasi Kota Lama: Strategi Perancangan dan Pelaksanaannya'. Kuliah umum ini merupakan bentuk kepedulian Prodi Arsitektur terhadap keberadaan bangunan tua yang keberadaannya mulai dilupakan dan tidak dilestarikan lagi. 

Hadir sebagai pembicara dalam kuliah tersebut adalah Ir. Albertus Kriswandono, M.Hum, praktisi dari Ertim Conservatorium Institute Semarang yang berkecimpung dalam konservasi kota lama Semarang dan Timoticin Kwanda, B.Sc., M.R.P., PhD., dosen arsitektur UK Petra yang bberkecimpung dalam bidang konservasi. 

Dalam acara tersebut, para pembaicara menyoroti mengapa dan bagaimana konservasi seharusnya dilakukan serta pentingnya konservasi bangunan tua dalam perkembangan arsitektur. Melalui kuliah umum dan forum diskusi ini, diharapkan para arsitek dan mahasiswa arsitektur memiliki kesdaran akan pentingnya konservasi bangunan yang memiliki nilai historis dan bersedia melestarikan bangunan tersebut.

Baca lebih lanjut>
Ikuti PKM-KC, Kennard, Adet dan Jocelyn Kembangkan Desain Jendela 3 in 1
11 Okt 2019

Kebutuhan desain hunian dalam hal bukaan yang dapat memaksimalkan penghawaan dan pencahaya alami namun tetap menjaga privasi penghuni menjadi ide bagi Vincentius Kennard Ganiadi, Adetya Purwadita Kusuma, dan Jocelyn Emilia Ukalvin mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). PKM merupakan program yang diadakan Kemenristekdikti sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Terdapat banyak kategori PKM, termasuk PKM-KC (Karsa Cipta) yang diikuti oleh Kennard, Adet dan Jocelyn. Kategori PKM-KC ini memiliki tujuan mengembangkan kreasi dan inovasi iptek dengan menghasilkan suatu sistem, desain, prototipe, aplikasi, maket, jasa, dll; dan ide yang dikembangkan oleh Kennard, Adet dan Jocelyn adalah  desain jendela yang dapat mewadahi kebutuhan penghawaan, pencahayaan dan privasi tersebut, yang mereka sebut Jendela 3 in 1.

Proses yang dialami Kennard, Adet dan Jocelyn cukup panjang. Pada awal pengajuan proposal tanggal 18 Desember 2018 hingga 17 Januari 2019, mereka sempat mengganti format proposal yang awalnya PKM GT (Gagasan Tertulis) menjadi PKM KC (Karsa Cipta) sesuai arahan Prof. C. Eviutami selaku dosen pembimbing PKM, karena potensi prototipe desain jendela tersebut dapat direalisasikan, tidak hanya sebatas karya tulis. Setelah proposal diterima, Kennard, Adet dan Jocelyn melanjutkan proses menuju tahap MONEV (Monitoring Evaluation), di mana dana yang diajukan dievaluasi terlebih dulu sebelum pada akhirnya disetujui. Meskipun mengalami kendala terkait berat jendela, pemilihan material pada hingga desain jendela pada saat proses pelaksanaan dan melakukan trial and error, Kennard, Adet dan Jocelyn berhasil mewujudkan prototipe jendela tersebut. Terhitung terdapat 4 prototipe yang mereka buat sebelum mencapai hasil akhir.

Setelah prototipe berhasil diwujudkan, Kennard, Adet dan Jocelyn melakukan presentasi MONEV di ITS Bersama 4 kelompok lainnya yang mewakili UK Petra pada tanggal 16 Agustus 2019. Setelah menyelesaikan MONEV, Kennard, Adet dan Jocelyn menyelesaikan Laporan Akhir yang berisi revisi yang dilakukan, pengujian prototipe, ulasan prototipe dan laporan dana. Laporan tersebut dikumpulkan bulan Agustus melalui website Simbelmawa.

Sangat disayangkan Kennard, Adet dan Jocelyn tidak berhasil menembus seleksi tahap PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Meskipun demikian, Kennard, Adet dan Jocelyn cukup bangga dan senang dapat menjalani proses yang menarik tersebut dan memamerkan karya mahasiswa Arsitektur UK Petra. “Kami sebagai satu-satunya kelompok yang mewakili prodi Arsitektur cukup senang dan sempat tidak percaya dapat menerima kesempatan ini,” ujar Kennard.

Pesan Kennard kepada rekan-rekan mahasiswa yang beniat mengikuti PKM agar melakukan asistensi intensif dengan dosen pembimbing karena hal itu penting agar ide yang dimiliki dapat direalisasikan lebih maksimal. Selain itu, penulisan dalam pembuatan proposal perlu memperhatikan tata penulisan formal dan mudah dimengerti semua orang, tidak hanya orang yang mendalami bidang tertentu.

Baca lebih lanjut>
8th ACARA, Prodi Arsitektur Menjadi Tuan Rumah Penjurian Nasional
26 Sep 2019

Tahun 2019 ini menjadi tahun yang bersejarah bagi Prodi Arsitektur, karena ini merupakan kali pertama Prodi Arsitektur diberi kesempatan menjadi tuan rumah 8th Asian Contest of Architectural Rookie's Award (ACARA) skala nasional. ACARA merupakan sayembara bagi seluruh mahasiswa arsitektur di Asia. Setiap mahasiswa arsitektur di seluruh negara Asia dapat berpartisipasi dalam ACARA ini dengan mengirimkan tugas studio mereka, tentunya setelah disesuaikan dengan tema yang diusung ACARA.

8th ACARA yang mengusung tema 'Symbiosis of Man and Nature' ini didukung oleh PT Bangunesia dan Propan dan diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari seluruh Indonesia. Setelah dilakukan penjurian internal, terpilih 20 besar finalis yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan juri eksternal pada tanggal 12 September 2019. Adapun juri eksternal ACARA nasional kali ini adalah Yongil Lee (President of Asia United Architecture Association), Rudy Kelana (Wahana Architects), Ketut Arthana (Arte Architect & Associates). Selain memberikan penilaian, para juri tersebut juga memberikan presentasi mereka terkait topik 'Symbiosis of Man and Nature'.

Setelah mendengarkan presentasi para finalis, akhirnya para juri mengumumkan pemenang ACARA skala nasional yaitu:

  1. Pemenang ketiga : Tan Stanisia Finley Buwono dari UK Petra dengan karya The Vinculum
  2. Pemenang kedua : Nadya Winaga dari UK Petra dengan karya Vihara inside Void
  3. Pemenang pertama sekaligus perwakilan dari Indonesia untuk maju ke ACARA skala Asia, dan juga pemenang favorit pilihan netizen : Andrew Laksmana dari UK Petra dengan karya The Briome

Selamat kepada seluruh finalis dan para pemenang.

Baca lebih lanjut>
Bentuk Kepedulian terhadap Arsitektur Nusantara, Prodi Arsitektur Adakan Forum Diskusi
26 Sep 2019

Dalam rangka menjalin relasi antar alumni dan menanggapi isu perkembangan idustri kreatif dan pariwisata, Prodi Arsitektur UK Petra bekerjasama dengan PT Bangunesia, Propan dan Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur mengadakan forum diskusi yang berjudul ‘Peranan Arsitektur dalam Pengembangan Industri Kreatif dan Pariwisata Indonesia’.

Acara yang berlangsung tanggal 13 September 2019 tersebut menghadirkan beberapa pembicara yaitu:

  • Ir. Yuwono Imanto, MBA – Direktur Propan Raya/ Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network yang membawakan tema ‘Ekosistem Inovasi Industri Kreatif dan Arsitektur sebagai Infrastruktur untuk Membangun Kota Kreatif’
  • Sunardi Liemantika – Product Manager Propan Raya yang membawakan tema ‘Peran Produk Propan Raya dalam Arsitektur dan Bangunan di Indonesia’
  • Ketut Arthana, IAI – Professional Architect, Founder of Arte Architect and Asscociate yang mebawakan tema ‘Arsitektur Nusantara dan Penerapannya pada Kota Kreatif dan Pariwisata Indonesia’
  • Dr. Ir. Josef Prijotomo , M.Arch. & Anas Hidayat, S.T., M.T. – akademisi, peneliti, penulis buku, pemerhati arsitektur nusantara yang membawakan tema ‘ Arsitektur Nusantara dan Jati Diri Kota Kreatif di Indonesia’

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200 orang praktisi arsitektur tersebut, dibahas berbagai isu-isu seputar peranan arsitektur nusantara dalam industri kreatif dan pariwisata, di mana arsitektur nusantara memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri kreatif dan pariwisata Indonesia. Dengan demikian, para arsitek didorong untuk mengembangkan desain arsitektur nusantara sehingga dapat menopang perekonomian, industri kreatif dan pariwisata Indonesia.

Baca lebih lanjut>
Pengalaman Patricia di Summer Program GKS for ASEAN Countries’ Science and Engineering Students 2019
19 Sep 2019

“Arsitektur tidak cukup hanya belajar dari buku maupun gambar-gambar di internet.” Itulah yang membuat Patricia Marissa, berkeinginan mempelajari dan merasakan langsung arsitektur secara langsung di luar negeri sehingga dapat membuka wawasannya mengenai dunia arsitektur. Keinginan itu terwujud saat mahasiswa angkatan 2016 itu bersama 196 mahassiswa lain dari 10 negara ASEAN mengikuti Program Global Korean Scholarship (GKS) for ASEAN 11 Juli 2019 – 14 Agustus 2019. GKS for ASEAN merupakan program beasiswa (fully-funded) dari Pemerintah Korea Selatan, yaitu National Institute for International Education (NIIED) dibawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan yang bekerja sama dengan 6 universitas swasta di Korea Selatan, yaitu Chosun University (Mechanical Engineering, Photonics Engineering), Chung-Ang University (Electrical and Electronics Engineering), Chungnam National University (Animal Science & Biotechnology), Keimyung University (Architecture & Civil Engineering), Kyungwoon University (Aeromechanical Engineering, Aviation IT Convergence), dan Mokpo National Maritime University (Marine Engineering).  

Bersama 29 mahasiswa lain dari 8 negara berbeda (Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, laos, Malaysia, Filipina, dan Kamboja), Partricia berkesempatan merasakan atmosfir berkuliah di Korea Selatan di Keimyung University yang terletak di Kota Daegu, Korea Selatan selama 5 minggu. Banyak yang dipelajarinya terkait dengan arsitektur dan teknik sipil, seperti Desain Struktur Tahan Gempa, Desain Seismik, Arsitektur Biomimikri, Arsitektur & Film, Perceptual Sketch & Form, Shake Table Test, Material Testing, Aqualibrium, Arsitektur & Budaya, Arsitektur Digital, dan lain sebagainya. Meskipun materi-materi tersebut sudah pernah diajarkan di universitas masing-masing, tetapi menurut Patricia, adanya diskusi dari peserta tentang hal yang telah dipelajari di negara masing-masing membuat perkuliahan menjadi menarik. Selain itu, topik presentasi bangunan UNESCO Heritage dari masing-masing negara juga membuat kebanggaan tersendiri bagi seluruh mahasiswa karena dapat memperkenalkan bangunan bersejarah di negaranya kepada peserta dari negara lain. 

Tak hanya belajar tentang arsitektur, di sana Patricia juga belajar mengenai budaya Korea Selatan, seperti Taekwondo, alat musik tradisional Samulnori, K-Pop Dance, Hanbok & Traditional Courtesy, Bahasa Korea, Sejarah Budaya Korea, dan Korean Movie. Setiap hari Jumat para mahasiswa diajak mengikuti field trip, mengunjungi landmark atau partner institution di sekitar Kota Daegu. Minggu pertama, mereka diajak mengunjungi Kota Tua Daegu yang sudah diubah menjadi Modern Culture Street, yaitu Yangnyeongsi Museum of Oriental Medicine, Gyesan Cathedral, House of American Christian Missionary Chamness, Old House, dan Daegu First Presbyterian Church, kemudian mengunjungi Daegu Safety Theme Park, dan Daegu Chimac Festival, yaitu festival makan ayam tepung goreng dengan saos pedas yang khas dimana merupakan makanan khas Daegu. Di minggu kedua, mereka mengunjungi Kota Ulsan, mengunjungi Hyundai Motors, Hyundai Heavy Industries, dan Ulsan Petroglyph Museum, melihat jejak kaki dinosaurus dan ukiran-ukiran tebing peninggalan zaman batu di Bangudae, Ulsan. Di minggu ketiga, mereka mengunjungi Kota Gyeongju dan Kota Pohang, melihat berbagai jenis rumah tradisional Korea yang sangat estetis di Yangdong Village, Gyeongju. Setelah itu kami mengunjungi POSCO Company dan Pohang Canal. Minggu terakhir mereka, mengunjungi Gyeongju Historical Site (Cheonmachong dan Daereungwon Tomb Complex), Gyeongju National Museum, dan Bulguk-sa Temple, yang bagi Patricia sangat menarik. Baginya, peninggalan-peninggalan sejarah zaman dinasti yang ada di Kota Gyeongju karena sangat indah, menarik untuk dipelajari, dan masih banyak yang bagus kondisinya meskipun sudah tertimbun tanah selama bertahun-tahun.

Di luar jam kuliah dan field trip, Patricia menghabiskan waktunya mengeksplorasi kota Daegu, mencoba makanan dan minuman khas Korea di beberapa shopping street dan cafe, dan mengunjungi Downtown di daerah Banwoldang (Dongseongno-ro) untuk melakukan wisata kuliner. Pada akhir pekan, Patricia dan teman-temannya mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Daegu, seperti The Arc, Donghwasa Temple, Gatbawi Buddha Stone, Daegu Stadium, Seomun Market, arsitektur terkenal di Soul, seperti Dongdaemun Design Plaza (Karya arsitek wanita terkenal Zaha Hadid), Namsan Tower, Hongdae Shopping Street, Myeondong Shopping Street, Lotte World Tower (Bangunan tertinggi di Korea Selatan), Cheonggyechon Stream (Restorasi sungai menjadi Public Space), Starfield Library COEX Mall, Gyeongbokgung Palace, Gwanghwamun Plaza, Insa-dong, Ewha Woman’s University, dan Bukchon Hanok Village, dan Haedong Yonggungsa Temple, Oryukdo Skywalk, dan Gamcheon Culture Village di Busan. Mengunjungi berbagai kota membuat Patricia belajar tentang desain kawasan perkotaan di Korea Selatan dan  sistem transportasi yang sudah terintegrasi dengan baik antara bus dan subway maupun dengan public areanya, sehingga kota-kota tersebut sangat ramah turis. 

Tidak ada kendala yang berarti bagi Patricia selama mengikuti program GKS for ASEAN tersebut. Dia merasa sangat senang dan bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti program tersebut, belajar di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan. Belajar bersama teman-teman dari mancanegara dan profesor-profesor hebat, membuat memori baru untuk dikenang, mendapat ilmu dan pelajaran kehidupan yang tidak didapatkannya di tempat lainnya menjadi bekal berharga bagi masa depannya. Oleh karena itu, dia sangat merekomendasikan teman-teman mahasiswa arsitektur maupun mahasiswa program studi teknik lainnya di Universitas Krsiten Petra untuk berpartisipasi dalam program ini tahun depan. "Kalahkan rasa takut dan jangan sampai melewatkan kesempatan berharga ini," pesan Patricia.

 

Baca lebih lanjut>
Maju dalam Kompetisi Nasional Tugas Akhir 2019, Gregorius Wakili Prodi Arsitektur
18 Sep 2019

Gregorius Christian Wijaya, bersama proyek Tugas Akhir nya yang berjudul Sanggar Mitigasi di Lombok, menjadi satu-satunya perwakilan Prodi Arsitektur UK Petra yang berhasil lolos hingga tahap penjurian kedua untuk kategori non tipologi. Dalam presentasi karya TA yang dilaksanakan tanggal 7 September 2019 di Intitut Teknologi Surabaya, Greg,begitu dia biasa dipanggil, berhasil mempresentasikan proyek nya tersebut dengan baik. Meskipun belum berhasil menjadi pemenang di kategori non tipologi, tapi Greg merasa bersyukur dapat mencapai tahap tersebut.

Baca lebih lanjut>
Pengutusan Wisudawan TA 80, Sebuah Awal Bagi Wisudawan Prodi Arsitektur Untuk Berkarya
17 Sep 2019

26 Agustus 2019 merupakan hari yang bersejarah tidak hanya bagi Prodi Arsitektur tetapi juga bagi 133 wisudawan yang pada hari itu diutus untuk berkarya di masyarakat. Acara yang diadakan di RK IV, Gedung W tersebut dibuka oleh penampilan band dari mahasiswa Hima Artra, kemudian dilanjutkan oleh sharing firman dari Bp. Anton Darmawan. Bp. Anton menegaskan para wisudawan agar tetap menjunjung integritas dalam melaksanakan pekerjaan mereka di masa mendatang. 

Pada kesempatan tersebut, Prodi juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi. Mereka yang mendapatkan penghargaan sebagai Best Graduates adalah Melisawati (IPK 3.92), Jessica Dwitya Intan (IPK 3.75), Gilbert Joseph (IPK 3.73) dan Stephani Deby Suharto (IPK 3.72) serta seorang mahasiswa yang mendapatkan predikat most outstanding graduate, yaitu Stefan Thaddeus Anderio (IPK 3.42 dan poik keaktifan 403.9).

Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing kesan pesan dari beberapa wisudawan dan juga dari ketua Hima periode 2017-2018, 2018-2019 dan 2019-2020, dan ditutup dengan pembagian kenang-kenangan yang telah disipakan oleh Hima Artra.

Akhir kata, Prodi Arsitektur mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi nya, selamat berkarya di masyarakat dan menjadi berkatdi mana pun kalian ditempatkan. 

Baca lebih lanjut>
Superjuri KTA 80, Kompetisi Para Mahasiswa Terbaik Prodi Arsitektur
23 Agu 2019

Superjuri Karya Tugas Akhir, merupakan sebuah event untuk memberi penghargaan kepada para mahasiswa yang proyek TA nya mendapatkan nilai tertinggi. Dalam Superjuri KTA 80 yang berlangsung tanggal 19 Agustus 2019 ini, 28 mahasiswa terbaik TA 80 kembali diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proyek mereka dihadapan 3 juri eksternal, yaitu DR. Undi Gunawan, ST., MT. (Akademiksi - Universitas Pelita Harapan), Giovanni Gunawan, ST.  (Praktisi - Benny Gunawan & Rekan Architects), dan Widjaja Yapeter, ST., M.Arch. (Alumni Arsitektur UK Petra - Praktisi) untuk selanjutnya dipilih karya TA terbaik dari antara yang terbaik.

Setelah melihat dan mendengarkan presentasi dari beberapa mahasiswa yang dipilih oleh para juri, mereka memutuskan 3 mahasiswa yang berhak mendapatkan nilai tertinggi, yaitu Gregorius Christian Widjaya (22415157) dengan judul KTA ‘Sanggar Mitigasi di Lombok’ mendapatka posisi tertinggi ketiga dan Tiffany Kusuma (22415026) dengan judul KTA ‘Fasilitas Pengembangan Anak Jalanan di Surabaya’ berada di posisi tertinggi kedua, sedangkan pemenang pertama dalam Superjuri KTA 80 ini diraih oleh Ronaldo Fantoni (22415114) dengan KTA yang berjudul ‘Fasilitas Terapi Bagi Penderita Bipolar di Surabaya’.

Selain ketiga pemenang tersebut, para juri juga memilih 3 mahasiswa yang layak mendapatkan posisi Honorable Mentioned yaitu Ivanka Evangeline (22415011) dengan judul KTA ‘Terminal Bus Tambak Osowilangun Baru di Surabaya’, Kevin (22415026) dengan judul KTA ‘Stadion Delta Surabaya’, Ivanka Evangeline (22415011) dengan judul KTA ‘Terminal Bus Tambak Osowilangun Baru di Surabaya’ dan Steven Pinoto (22415096) dengan judul KTA ‘Fasilitas Arena Kuda Equesterian di Surabaya’.

Ronaldo Fantoni, mahasiswa peserta Superjuri KTA 80 sekaligus pemenang pertama merasa bersyukur mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. “Ajang ini menjadi kesempatan bagi saya untuk bisa saling belajar dari proyek tugas akhir teman-teman. Terimakasih untuk para juri yang juga telah memberi masukan dan kritikan yang membangun. Pesan saya untuk adik-adik tahun depan adalah untuk terus mengasah dan mengeskplorasi kemampuan diri agar dapat menghasilkan karya yang baik, berkualitas, dan sesuai dengan visi misi arsitektur UK petra. Goodluck!” ujar mahasiswa yang rajin mengikuti berbagai sayembara selama masa kuliahnya itu.

Baca lebih lanjut>
Mini Workshop BIM-Revit bagi Dosen Prodi Arsitektur
11 Agu 2019

Mengawali perkuliahan di semester yang baru, Prodi Arsitektur kembali mengadakan workshop terkait dengan arsitektur digital, bagi para dosen tetap dan dosen luar baisa. Mini Workshop BIM (Building Information Modeling) Revit yang diadakan tanggal 1 Agustus 2019 ini mengundang  Aloysius Erwin Siahaan, S.T., IAI (AER Design Studio) sebagai narasumber.

Dalam Mini Workshop yang diikuti oleh 20 dosen ini, diperkenalkan software Revit sebagai tools untuk modeling dan sejauh mana kemampuan software tersebut dalam membantu perancangan arsitektur. Hal ini diharapkan dapat memperlengkapi dosen-dosen dalam membimbing mahasiswa khususnya di era digital ini.

Baca lebih lanjut>
Ikuti Studi Ekskursi 2019 ke Singapore, Mahasiswa Arsitektur Belajar Tentang Green-Building
08 Agu 2019

 

Pada tanggal 5 – 9 Juli 2019, mahasiswa Prodi Arsitektur kembali mengadakan studi ekskursi (SE). SE kali ini dilakukan di Singapura. Sekitar 26 mahasiswa arsitektur semester 4 dan 6 didampingi oleh dosen pendamping Alterosje Asri S.T., M.T. mengunjungi beberapa objek arsitektur yang menarik di Singapura. Dipilihnya Singapura menjadi tujuan SE kali ini dengan pemikiran bahwa mahasiswa Arsitektur dapat belajar lebih dalam mengenai taraf arsitektur ditingkat Internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Arsitektur dapat memahami Green Architecture yang diterapkan oleh negara Singapura, di mana di negara yang memiliki keterbatasan lahan tersebut dapat diciptakan bangunan yang hemat energy.

Beberapa objek yang dikunjungi dalam SE kali ini adalah :

  • Changi International Airport Terminal 3
  • CPG Architect
  • Nanyang Technological University
  • Boon Lay Shooping Centre,
  • Mary of the Angels
  • Orchard Road
  • OASIA Hotel Downtown
  • Universal Studios Singapore
  • Sentosa Island
  • VivoCity
  • National University of Singapore
  • National Design Centre
  • Parkroyal on Pickering
  • Bugis Street
  • Urban Redevelopment Authority (URA)
  • Jewel at Changi Airport, Changi Airport Terminal 3

Banyak hal yang dapat dipelajari dari SE Singapura kali ini. Cindy Widjaya, mahasiswa Arsitektur angkatan 2016 belajar green architecture tidak hanya mengenai material tetapi energi secara keseluruhan dan diperlukan bagi kota di masa mendatang. Sedangkan menurut Jefferson Permana, mahasiswa angkatan 2017, pengalaman yang menarik baginya adalah saat mereka secara bersama-sama menganalisa bangunan-bangunan baru karena green architecture sangat berpengaruh menambah pengetahuannya. “Pengalaman yang terbaik adalah ketika menaiki bus dan berkeliling melihat bangunan baru,” ujarnya lagi.

Baca lebih lanjut>
WGG Prodi Arsitektur: Menyambut Maba Arsitektur 2019 dengan Euphoriarch
13 Agu 2019

Welcome to Grateful Generation (WGG) merupakan acara penyambutan mahasiswa baru yang dilakukan oleh Universitas Kristen Petra. Dalam rangkaian WGG tersebut, Prodi Arsitektur mengambil bagian dalam mengadakan WGG Prodi Arsitektur 2019, yang berlangsung tangal 30 Juli 2019 di Studio Gedung P Lt.8.

WGG Prodi Arsitektur yang mengambil tema Euphoriarch ini mengajarkan mahasiswa baru arsitektur tentang bagaimana perkuliahan di Prodi Arsitektur, dengan menghadirkan berbagai pembicara antara lain Prof. Ir. Lilianny S. Arifin, M.Sc., PhD, selaku Ketua Prodi Arsitektur, Roni Anggoro S.T., M.Sc., dosen Prodi Arsitektur yang juga merupakan mantan Kepala BAKA sebagai pembicara dan juga Stefan Rio Erwanto S.T., alumni Prodi Arsitektur angkatan 2014. Dalam kegiatan WGG tersebut, para mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan para dosen yang akan mengajar mereka selama 4 tahun berkuliah di Prodi Arsitektur.

Baca lebih lanjut>
SARMABA 2019-Substructure: Sebuah Pondasi Relasi Prodi Arsitektur dengan Orang Tua Maba 2019
01 Agu 2019

Sabtu, 20 Juli 2019 Prodi Arsitektur kembali mengadakan Sarasehan Orang Tua Mahasiswa Baru (Sarmaba) Arsitektur 2019. Acara yang diadakan di Amphiteather Gedung Q ini dihadiri oleh 120 mahasiswa baru arsitektur angkatan 2019 bersama orang tua mereka.

Sarmaba yang dimulai pukul 08.00 ini dibuka dengan performance dari mahasiswa arsitektur dan dilanjutkan oleh pengenalan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan oleh Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T. selaku Dekan FTSP dan pengenalan Program Studi Arsitektur oleh Feny Elsiana, S.T., M.T. selaku Sekretaris Prodi Arsitektur. Dalam kesempatan tersebut, dibuka juga sesi tanya jawab yang disambut dengan antusias oleh orang tua mahasiswa baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengenalan HIMA Arsitektur oleh Bonafisius Kanda, mahasiswa Prodi Arsitektur angkatan 2018 dan sharing alumni oleh Bramasata Redyantanoe Putra, S.T., M.T., yang merupakan alumni Prodi Arsitektur UK Petra angkatan 2006 sekaligus founder RetDesign.

Selain pengenalan fakultas dan prodi serta sharing dari Hima maupun alumni, hal yang menarik dari Sarmaba kali ini adalah performance drama singkat di setiap pergantian sesi yang dimainkan dengan apik oleh Benjamin, Eugene Jessica dan Zefany Sianipar, mahasiswa arsitektur angkatan 2018, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari mahasiswa arsitektur.

Baca lebih lanjut>
Architecture Department Student Catalog 2019-2020
30 Jul 2019

Dear students, get the annual student catalog of this year on this link.

Baca lebih lanjut>
Desain Pengembangan Kawasan Dow Hill Track, Sebuah Kontribusi MK KKP-Arsitektur Anak bagi Negara
30 Jul 2019

Tanggal 2 Juli 2019 merupakan hari yang bersejarah bagi Mata Kuliah Kerja Kerja Pelayanan (KKP) Arsitektur Anak Prodi Arsitektur, di mana pada hari tersebut mahasiswa arsitektur mempresentasikan desain pengembangan kawasan Dow Hill Track yang ramah bagi anak-anak dan keluarga atlet pesepeda. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga serah terima desain tersebut oleh Prodi Arsitektur dan LPPM UK Petra kepada pihak PERHUTANI dan donatur yang tergabung dalam kegiatan pengembangan kawasan desa atau hutan.

Proyek pengembangan kawasan Dow Hill Track ini merupakan tugas akhir MK KKP tersebut, yang dikerjakan dalam jangka waktu 1 semester. Tujuan dari pengembangan kawasan tersebut adalah untuk menciptakan sebuah wadah rekreasi keluarga khususnya anak-anak, di kawasan hutan pinus yang bersinggungan dengan olahraga ekstrim, sekaligus mampu menaikkan kesejahteraan dan perekonomian bagi warga sekitar. Dalam proses pengembangan desain tersebut, mahasiswa mengunjungi lokasi, mengamati potensi apa saja yang bisa dipertahankan dan dikembangkan serta melakukan komunikasi langsung dengan warga setempat melalui forum group disscussion untuk mengakomodasi impian dan kebutuhan warga yang dapat dituangkan dalam desain setiap tim mahasiswa.

“Kami berharap melalui karya desain KKP kami ini, bisa menjadi berkat dan membantu bagi warga Desa Gerbo dan pengembangan lokasi Tutur Welang”, ujar Jessica Vera, salah satu mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut. Senada dengan Jessica, Christine Wonoseputro selaku dosen pengampu MK tersebut berharap semoga rencana pengembangan hutan wisata dapat berjalan dengan baik ke depan dan dia juga berterima kasih kepada segenap pihak yang mendukung pelayanan tersebut.

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-20 dari 63 item.