Publikasi

Kuliah Tamu Online Sharing berArsitektur bersama Clifford, ST & Raymond, M.Arch
05 Mei 2020

Kuliah tamu Sharing berArsitektur tanggal 24 April 2020 merupakan kuliah penutup seri kuliah tamu bulan April. Kuliah tamu yang menghadirkan Clifford Sutedjo, ST (Spasi Architects) dan F. Raymond H., M.Arch. (Anti-Architecture) ini membahas bagaimana pengalaman kedua arsitek muda tersebut dalam berpraktek secara profesional. 

Dalam kuliah tamu ini, kedua arsitek muda yang juga merupakan alumni Prodi Arsitektur UK Petra dan saat ini juga menjadi dosen luar biasa di Prodi Arsitektur UK Petra berbagi tentang proyek yang pernah mereka desain. Kuliah diawali dengan sharing dari Raymond tentang proses desain sayembara Temapt Informasi Wisata Banyuwangi dan Rest Area Trans Papua, dilanjutkan dengan sharing dari Clifford tentang desain Community Center di Senaru, Lombok dan rumah tinggal di Surabaya dengan berbagai konsep desain dan kendala yang dialami mereka baik dalam proses desain maupun saat pembangunan. 

Rekaman kuliah tamu tersebut dapat dilihat di petra.id/KT_TARS

 

Baca lebih lanjut>
Kuliah Tamu Online Desain Arsitektur Museum bersama Hermawan Dasmanto
04 Mei 2020

Desain arsitektur museum merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Tema itulah yang diangkat dalam kuliah tamu online tanggal 23 April 2020 dengan pembicara Hermawan Dasmato, ST. Bagi arsitek yang biasa dipanggil Mas Iwan ini, museum adalah memori atau ingatan yang dipresentasikan sehingga bagaimana artifak-artifak tersebut disajikan perlu menjadi perhatian arsitek. Pada kuliah tamu ini, Mas Iwan yang telah mendesain beberapa museum berbagi pengalamannya dalam mendesain dua buah museum yaitu Galeri Suroboyo dan Museum Pendidikan Surabaya.

Dalam mendesain Galeri Suroboyo, Mas Iwan menampilkan suasana kota Surabaya dalam wujud museum di mana penyajian artifak maupun suasana yang ingin ditampilkan sangat mempengaruhi sirkulasi dan penataan ruang dalam museum. Selain itu, material yang digunakan dalam museum tersebut juga disesuaikan sehingga dapat mencerminkan kota Surabaya.

Pengalaman yang berbeda didapatkan Mas Iwan ketika mendesain Museum Pendidikan Surabaya, yang merupakan bekas sekolah. Karena muatan pendidikan dalam museum tersebut, maka Mas Iwan perlu mendefinisikan citra museum yang ingin ditampilkan. Disamping itu, pendidikan saat ini yang dapat dilakukan dengan berbagai metode merupakan tantangan tersendiri bagi Mas Iwan.

Pesan dari Mas Iwan untuk men desain arsitektur museum, arsitek harus mengetahui barang-barang/ artifak yang akan ditampilkan dalam museum tersebut sehingga menunjang citra yang ingin ditampilkan.

Rekaman kuliah tamu tersebut dapat dilihat di petra.id/KT_HD.

 

Baca lebih lanjut>
Kuliah Tamu Online Sharing berArsitektur bersama Y. Kalson, IAI
28 Apr 2020

Pada tanggal 23 April 2020, Prodi S1 Arsitektur bersama Magister Arsitektur dan Program Profesi Arsitektur mengadakan kuliah tamu online dengan menghadirkan Y. Kalson Sagala yang juga merupakan Principal Architect & owner KsAD dan juga ketua IAI Jatim. Kuliah tamu yang pada awalnya dijadwalkan bulan Maret ini sempat tertunda karena program belajar dari rumah hingga akhirnya dapat dijalankan secara online. 

Dalam kuliah tamu ini, Kalson berbagi pengalaman nya mendesain beberapa proyek yang pernah dikerjakannya, baik proyek yang terbangun maupun sayembara desain. Menurut Kalson, setiap arsitek wajib memiliki X-factor dalam desain nya sehingga menjadi ciri khas arsitek tersebut. Menurut Kalson, X-factor nya adalah kemampuan dan kepekaannya melihat potensi dan karakter site untuk dapat dikembangkan secara maksimal dalam desain. X-factor tersebut yang membuat desain Kalson menjadi unik dan diterima oleh klien maupun menjadi pemenang beberapa sayembara. 

Kuliah tersebut ditutup dengan pesan agar setiap mahasiswa mencari dan menemukan X-factor nya masing-masing untuk dikembangkan dalam karakter desain nya. 

Rekaman kuliah online tersebut dapat dilihat di link: petra.id/KT_YKS

Baca lebih lanjut>
Kuliah Tamu Online Kolaborasi Masterplan Ibukota Negara Baru bersama Dr. Ardiyanto
24 Apr 2020

Kuliah Tamu Kolaborasi Masterplan Ibukota Negara Baru dengan pembicara Dr. Ir. Antonius Ardiyanto, M.T. yang berlangsung Selasa, 21 April 2020 mengawali seri kuliah tamu online bulan April. Dalam kuliah tamu yang dilakukan secara online tersebut, Prodi S1 Arsitektur, bersama Magister Arsitektur dan Program Profesi Arsitektur menghadirkan Dr. Ardiyanto, staff pengajar prodi arsitektur Unika Soegijopranata Semarang. Dr. Ardiyanto yang juga merupakan Ketua Tim Pemenang II Sayembara Lomba Desain Ibu Kota Negara dalam kesempatan tersebut menceritakan bagaimana proses perancangan desain ibu kota negara tersebut, mulai dari tahap mencari ide, berkolaborasi dengan anggot tim yang berasal tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari luar negeri hingga akhirnya terpilih menjadi pemenang II.

Selain menceritakan proses kolaborasi dalam mendesain dan pentingnya bekerja sama dengan berbagai pihak dari disiplin ilmu yang berbeda dalam rangka menciptakan desain yang holistik, dalam kesempatan tersebut Dr. Ardiyanto juga menceritakan bagaimana konsep nusantara dan lokalitas Indonesia dituangakn dalam desain yang diberi tema The Infinite City tersebut.

Rekaman kuliah online tersebut dapat dilihat di link: petra.id/KT_AA

Baca lebih lanjut>
Kuliah Tamu Omah Pepeling Munir bersama Achmad Deny Tardiana
13 Mar 2020

Pada tanggal 12 Maret 2020, Prodi S1 Arsitektur berama Magister Arsitektur dan PPAr menyelenggarakan kuliah tamu dengan narasumber Achmad Deni Tardiyana (Urbane Indonesia), yang mengangkat tema Omah Pepeling Munir. Karya tersebut merupakan juara pertama lomba desain Museum HAM Omah Munir yang diselenggarakan oleh Pemkot Batu bekerja sama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Malang dan Omah Munir.

Arsitek yang sering dipanggil Pak Apep tersebut berbagi pengalamannya dalam merancang Omah Pepeling. Dalam bahasa Sunda Pepeling berarti nasihat, desain Museum HAM ini diharapkan akan memberi banyak nasihat yang bisa dibawa pulang oleh setiap pengunjung.

Baca lebih lanjut>
Kuliah Tamu Desain Emper Silaban bersama Giovanni Gunawan
06 Mar 2020

Pada tanggal 26 Februari 2020, Prodi S1 Arsitektur berama Magister Arsitektur dan PPAr menyelenggarakan kuliah tamu perdana dari seri kuliah tamu semester genap 19/20 dengan narasumber Giovanni Gunawan M. Arch (BNGR Architecture), mengangkat tema Desain Emper Silaban, karya Giovanni yang menjadi pemenang pertama Friedrich Silaban Monument Contest di Jakarta Design Center.

Dalam kuliah tamu tersebut, Giovanni berbagi pengalamannya dalam menciptakan desain tersebut, mulai dari proses mencari ide, menelusuri karya arsitektur Silaban hingga pada akhirnya berhasil mengangkat kisah hidup Silaban dalam sebuah desain yang dinamakan Emper Silaban tersebut.

Baca lebih lanjut>
Dua Tim Mahasiswa Arsitektur Raih Juara 1 dan Juara Favorit Sayembara Desain WAW Warmadewa 2019
08 Jan 2020

Di penghujung tahun 2019, prestasi kembali diukir oleh mahasiswa Prodi Arsitektur.  Dua tim mahasiswa Prodi Arsitektur berhasil meraih Juara Pertama, yaitu Jefferson Dwi H.,Daniel Susanto, dan Marietta Stefani H., dan Juara Favorit, yaitu Maria Patricia W., Talitha Febriani S. dan Michelle Yang, dalam Sayembara Desain Arsitektur 2019 Pusat Kreatif dan Informasi Pariwisata, Warmadewa Architecture Week 2019 yang diadakan oleh HMA Sanatana Dharma, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa dalam penjurian pada hari Sabtu, 14 Desember 2019 di Uma Seminyak, Bali.

Tema wisata merupakan hal yang sangat menarik perhatian Jefferson dan teman-temannya. Dalam sayembara yang mengedepankan desain ruang-ruang yang memiliki unsur kearifan lokal sebagai identitas budaya pariwisata Indonesia ini, Jefferson dan teman-temannya belajar bagaimana melihat sebuah konteks, mendesain dengan cara yang berbeda, dan menyajikan serta mempresentasikan ide yang telah dipikirkan dan didesain, baik secara visual maupun verbal.

“Sebuah amazing grace bagi kami berhasil menjadi juara 1,” ujar Jefferson yang senang mengikuti berbagai lomba. “Kemenangan ini tidak membuat kami merasa puas, melainkan membuat kami semakin yakin bahwa ada Tuhan yang besar yang menyertai kami dalam belajar dan berusaha lebih keras lagi untuk menjadi seorang arsitek. Tetapi kami tetap ber-Prinsip bahwa: Kita bisa menyiapkan diri sebaik mungkin, tapi Tuhan yg tentukan kapan kita siap menerima itu.”

“Untuk teman-teman mari kita bersama-sama belajar, jangan merasa puas dengan belajar dari satu hal, karena kuliah tidak membuat kita sukses dan maju, tapi karakter yg gigih untuk belajar dan penyertaan Tuhan yg buat kita bisa maju. Ikuti banyak sayembara, workshop, seminar untuk mengupgrade diri. Tetapi jangan jadikan sayembara hanya sebagai coba-coba, melainkan untuk belajar dan menorehkan prestasi, sehingga otomatis kita akan maksimal dan sungguh-sungguh dalam melakukannya dan kita akan merasakan perkembangan kita,” pesan mahasiwa yang rajin mengikuti lomba untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya itu.

Baca lebih lanjut>
Mendesain Hunian Transit, Mahasiswa Arsitektur Raih Juara 2 Archevent UNS 2019
13 Des 2019

Tanggal 6 Desember 2019 sebuah kabar menggembirakan datang dari Maria Patricia Winarko, Reynaldi Kurniawan Daud dan Ellen Effendy yang berhasil meraih Juara 2 dalam Sayembara Arsitektur Archevent Mampir Sejenak 2019 yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Sayembara yang mengambil tema Reforming Demolished Community ini bertujuan untuk merancang suatu hunian transit bagi warga terdampak program peremajaan wilayah kumuh ilegal oleh pemerintah. Sayembara ini berlatar ketika warga harus kehilangan huniannya baik sementara ataupun permanen.

Dalam menjawab permasalahan tersebut, Maria, Reynaldi dan Ellen mengangkat konsep design hunian yang cepat (dalam pembuatan/fabrikasi), instan (mudah untuk di transportasikan) dan murah karena fungsinya yang menjadi hunian transit. Hunian tersebut dapat digunakan oleh orang-orang yang masih tinggal di huniah ilegal dan harus dipindahkan ke rusun. Dalam jangka waktu pemindahan tersebut, mereka dapat ditempatkan sementara di hunian transit ini.

Menurut Maria, mengikuti ikut lomba tersebut merupakan sebuah pengalaman yang meranik karena dalam perkuliahan tidak pernah mendapatkan masalah desain transit, sehingga harus memikirkan hal-hal yang belum pernah terpikirkan.

“Memikirkan hal-hal yang belum terpikirkan itu gampang-gampang susah, karena tidak familiar dan harus membayangkan bagaimana realitanya kalau dibangun, apakah sistemnya sudah benar atau tidak, dan masih banyak hal lain. Selain itu kami mendapatkan tambahan ilmu, karena bisa mengexplore hal-hal/ ide baru dan menjadi lebih semangat buat memecahkan masalahnya,” ujar Maria.

Desain mereka dapat dilihat di : https://drive.google.com/a/petra.ac.id/file/d/140p8-tQV20XKZa6QyAYplFLAep3C2aG/view?usp=drivesdk

Baca lebih lanjut>
Dosen Arsitek Menjadi Narasumber Diseminasi Bedah Buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung
26 Nov 2019

Tanggal 21 dan 22 Oktober 2019 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan diseminasi Bedah Buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung. Dalam acara yang diadakan di Hotel Santika Jemursari tersebut, beberapa dosen Prodi Arsitektur, yaitu Dr. Ir. Maria Hidayatun, MA., Anik Juniwati, S.T., M.T., Esti Asih Nurdiah S.T., M.T., dan Ir. Nugroho Susilo M.Bdg.Sc., yang merupakan penulis buku Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Gedung diundang menjadi narasumber. Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut menghadirkan Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D. sebagai moderator.

Diseminasi hari pertama membahas tentang konstruksi dan pra pelaksanaan pembangunan, sedangkan hari kedua membahas tentang desain arsitektur, perencanaan utilitas dan plumbing. Dalam diseminasi tersebut, juga diberikan waktu untuk diskusi dan tanya jawab dari para hadirin yang merupakan para praktisi dan pakr di bidang arsitektur dan konstruksi bangunan sehingga didapatkan masukan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan isi buku tersebut.

Baca lebih lanjut>
Berawal dari Tugas Mata Kuliah, Mahasiswa Arsitektur Raih Juara 2 Sayembara Archiweek UMN 2019
26 Nov 2019

Berawal dari tugas MK Pengkayaan Temporalitas, dan berakhir sebagai Juara 2 Sayembara Archiweek UMN 2019, itulah yang dialami oleh Cynthia Christianty, Michael Yohanes, dan Joan Chrisanti. Ketiga mahasiswa angkatan 2017 tersebut berhasil lolos hingga tahap final 5 besar sayembara Creative Sustainable Home Office, yang merupakan rangkaian acara Archiweek yang diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Ketiga mahasiswa tersebut mendapat kesempatan mempresentasikan karya mereka dalam penjurian final yang diselenggarakan tanggal 23 November 2019 di Universitas Multimedia Nusantara, Tanggerang, Jawa Barat. 

Dalam sayembara tersebut, mereka mengusung karya yang berjudul berjudul Studio Tirai. Tirai menjadi elemen utama pada desain karya mereka, dimana semua dinding dan partisi dalam desain menggunakan tirai jenis louver dan roller blind yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Selain itu, perabot yang digunakan juga sederhana dan dapat diringkas kedalam storage yang terletak dibawah lantai, sehingga melahirkan sebuah studio yang dapat mengakomodasi fungsi Home, Office, dan Gallery secara utuh dengan prinsip temporalitas waktu. 

“Puji Tuhan, hasilnya kami dapat meraih posisi juara 2 dalam sayembara ini. Kami merasa seru sekali dan belajar banyak atas kesempatan ini. Kami dapat bekerja sama dalam tim, mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, membuka referensi baru dari universitas lain, menemukan pola pikir baru, dan terlebih lagi mendapat komentar dari para juri yaitu Yusing, Ade Mulyanti, dan Hendrico. Pesan kami, menang atau kalah itu urusan akhir, yang penting menyelesaikan sampai akhir dan berusaha memberi yang terbaik, Tuhan memberkati,” ujar Joan mewakili timnya.

Baca lebih lanjut>
Ikuti Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang, Mahasiswa Prodi Arsitektur Raih Juara 3
25 Nov 2019

Sebuah prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Prodi Arsitektur. Cindy, Kevin Ardisa dan Moses M. Hendrawan, mahasiswa Arsitektur angkatan 2016 dan 2017, didampingi oleh Sylviana Putri S., S.T., M. Eng., selaku dosen Prodi Arsitektur dan Gratio Ray Sutanto S.T., arsitek praktisi, berhasil meraih juara 3 Sayembara Desain Masjid Agung Singkawang dalam penjurian yang berlangsung 17 Oktober 2019 di Balairung Kantor Walikota Singkawang.

Desain masjid yang berjudul “Ealaqat Alwiam” ini mengutamakan konsep keharmonisan dan relasi manusia dengan Tuhan dan dengan sesame, sesuai dengan judul yang diusung. Ide desain tersebut berangkat dari Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota yang toleran, meskipun mayoritas penduduknya umat muslim, tetapi kota tersebut juga dikenal sebagai Kota Seribu Klenteng. Ketenangan dan kebahagiaan diwujudkan dalam ruang-ruang yang sakral dan profan, sedangkan bentuk bangunan mengambil unsur arsitektur lokal yaitu arsitektur Dayak.

Meskipun awalnya mereka tidak menyangka akan berhasil sampai enam besar karena sayembara ini bertaraf nasional, dan banyak biro-biro arsitek ternama yang tidak berhasil mencapai enam besar, tetapi mereka berusaha memaksimalkan presentasi supaya bisa berkompetisi dengan peserta lain yang professional.

“Hal yang menarik dari sayembara ini adalah kami banyak belajar, antara dosen, mahasiswa dan praktisi dimana kami saling berbagai sudut pandang dan ide. Kami juga belajar dari ide peserta lain dan masukan dari dewan juri baik kepada kami maupun kepada peserta lain. Selain itu, hal yang sangat penting adalah kami belajar membuat presentasi yang menarik penonton, karena kesulitan yang dihadapi saat presentasi adalah tidak mampu menyampaikan ide yang sebenarnya sangat menarik,” ujar Sylviana Putri.

“Menjadi juara 3 benar-benar di luar dugaan kami, karena peserta yang lain sangat bagus,” ujar Moses. “Untuk teman-teman yang belum pernah ikut lomba, ayo ikut! Bukan untuk menang tapi untuk belajar mendesign di luar merancang, dan bagi teman teman yang belum menang jangan menyerah, ambil ilmunya, kemenangan pasti akan menyusul!” pesan Moses kepada mahasiswa Prodi Arsitektur.

Baca lebih lanjut>
Wakili UK Petra dan Indonesia, Nadya Meraih Juara Pertama 8th ACARA
11 Nov 2019

Sebuah prestasi internasional kembali diraih oleh Prodi Arsitektur. Nadya Winaga Putri, mahasiswa Arsitektur angkatan 2016 menjadi juara pertama 8th Asian Contest of the Architectural Rookie’s Award (ACARA) 2019 yang diadakan tanggal 1 – 3 November 2019 di ASJ Tokyo Cell, Jepang. Dalam kompetisi yang mengangkat tema ‘Symbiosis of Man and Nature’ tersebut, Indonesia diwakili oleh dua orang mahasiswa yang semuanya berasal dari UK Petra, yaitu Nadya Winaga dan Andrew Laksmana, di mana keduanya merupakan pemenang pertama dan kedua 8th ACARA tingkat nasional. Nadya dan Andrew  bersama 21 peserta lain dari 13 negara Asia berkesempatan mempresentasikan karya mereka yang mencerminkan budaya dan konteks sejarah di Asia.

Nadya mengajukan proyek Merancang 6 nya, yaitu  In The Midst Of, sebuah tempat ibadah umat Budha yang didesain dengan konsep ‘achieving emptiness’. Sedangkan Andrew, yang harus puas berhenti di top eight, mengajukan proyek Merancang 4 nya, yaitu Briome, sebuah panti asuhan multi massa yang mengusung konsep ‘connecting people to people, people to nature and nature to nature’.

Kontes yang bertujuan untuk mereview, menilai dan mengevaluasi proyek studio arsitektur mahasiswa di seluruh Asia ini menawarkan kesempatan untuk dapat saling bertukar ide dan pemikiran mereka terkait dengan gaya arsitektur yang berbeda di setiap negara. Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya Nadya dan Andrew yang mewakili Indonesia sebagai peserta, tetapi juga Prof. Timoticin Kwanda, dosen arsitektur juga tergabung sebagai salah satu dewan juri, bersama Dr. Lee Youngil (President AUA, Jepang), Kobori Tetsuo (Tetsuo Kobori Architects, Jepang), Prof Zhang Tong (Southeast University, China), Prof Soukanh Chithpanya (National University of Laos), Prof, Kang Chul Hee (Prsident KIA, Korea Selatan), Prof Wang Chun Hsiung (Shih Chien University, Taiwan) dan Prof. Truong Quoc Su (The Univesity of Architecture of Ho Chi Minh City, Vietnam).

Baca lebih lanjut>
Menelisik Inclusive Urbanism dalam 7th PAAU di Malaysia
11 Nov 2019

19 Oktober 2019 merupakan tanggal dimulainya 7th Platform for Asian Architecture and Urbanism yang kali ini mengusung tema inclusive urbanism. Universitas Tunku Abdul Rahman,Malaysia kali ini menjadi host kegiatan workshop arsitektur yang dihadiri oleh 7 universitas dari 6 negara yaitu Indonesia,Malaysia, India,China,Taiwan dan Thailand. Sebanyak 6 orang mahasiswa arsitektur didampingi oleh Chrstine Wonoseputro S.T., M.Sc., berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kegiatan tersebut. 7th PAAU dibuka dengan kata sambutan dilanjutkan dengan seminar yang bertujuang mengenalkan George Town,Penang. Acara dilanjutkan dengan site visit menuju proyek konservasi karya Ar.TPr. Michael Ong Chin Keong, di mana mahasiswa dibagi dalam kelompok diskusi.

Pada hari kedua, hari Minggu, peserta berkumpul di Armenian Park untuk melakukan sketsa bersama para sketcher profesional yang memberi pelatihan dilanjutkan makan bersama dan site visit bagi setiap kelompok. Kegiatan diskusi kelompok dilanjutkan hingga hari yang ketiga, di mana setiap kelompok  mengunjungi rumah warga untuk wawancara dan melihat situasi site yang telah dibagi.

Hari keempat setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi untuk diberi tanggapan para mentor dan terdapat voting untuk karya terfavorit urban sketch. Hasil diskusi sangat bervariasi, mulai dari kritik terhadap peraturan pemerintah, alternatif desain seperti bentuk rumah yang baru, dan membuat linkage dari kedua taman. Presentasi itu pun diakhiri dengan foto bersama.

Hari kelima, peserta diajak untuk berkeliling Pulau Penang dengan mengunjungi beberapa proyek yang di desain oleh Ar.TPr. Michael Ong Chin Keong, yang juga merupakan salah satu mentor di 7th PAAU. Proyek yang pertama dikunjungi adalah Sia Boey Market Urban Renewal, dimana kedepannya akan dibangun stasiun LRT juga disana. Dari lokasi tersebut, peserta berkendara dengan bus selama kurang lebih 1 jam menuju SPICE Convention Centre. Destinasi selanjutnya adalah Penang Hill, sebuah tempat wisata di Bukit Bendera di mana pengunjung dapat melihat keseluruhan Kota dari atas bukit. Perjalanan hari itu diakhiri dengan mengunjungi Komtar sebagai destinasi terakhir untuk hari kelima.

Dihari yang ke-6, seluruh peserta menuju Kuala Lumpur untuk mengunjungi Universitas Tunku Abdul Rahman. Sesampainya di kampus Kampar seluruh peserta diajak untuk berkeliling kampus yang besar ini dengan mengunjungi beberapa gedung-gedungnya, danau utama dan juga hasi-hasil karya yang dihasilkan oleh mahasiswa. Setelah puas berkeliling, perjalanan berlanjut hingga malam hari. Keesokan harinya yang meruapakan hari terakhir 7th PAAU, seluruh peserta menunjungi  Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR) kampus Sungai Long dimana departmen arsitektur berada. Peserta diajak berkeliling studio dan melihat hasil karya mahasiswa arsitektur UTAR. Dalam Campus tour ini, seluruh peserta ditemani oleh perwakilan dosen dari UTAR. Campus tour tersebut dilanjutkan dengan closing ceremony dan foto bersama. Selanjutnya seluruh peserta akan dibagi kedalam 2 bis besar dimana bis A akan pergi menuju gedung PAM (Pertubuhan Arkitek Malaysia) dan daerah Istana Merdeka, sedangkan bis B akan pergi menuju Putrajaya , Cyberjaya, dan Tamarind Square. Setelah 6 jam dan puas berkeliling, perserta kembali benrkumpul di KLCC untuk melihat arsitektur terkenal Twin Tower. Rangkaian kegiatan itu pun berakhir dan keesokan harinya seluruh peserta pulang ke negara masing-masing.

Kegiatan 7th PAAU ini memberi banyak pelajaran bagi mahasiswa. “Selain dari bertukar pikiran mengenai dunia arsitektur, kami dapat mempelajari budaya baru, pertemanan yang baru, pola pikir yang berbeda, dan sudut pandang yang berbeda. Sepulangnya dari PAAU jadi membuat kami semangat dalam berkuliah. Bagi kami, hal yang paling berharga dan berkesan adalah mendapat relasi dengan  teman arsitek dari berbagai negara.” ujar Cindy, mahasiswa arsitektur angkatan 2016 yang mengikuti 7th PAAU ini.

Baca lebih lanjut>
Menelusuri Arsitektur Vernakular di Banyuwangi
08 Nov 2019

Tanggal 18-20 Oktober 2019, mahasiswa Prodi Arsitektur bersama dengan mahasiswa Magister Arsitektur dan Program Profesi Arsitektur mengadakan kuliah lapangan ke Desa Kemiren, Banyuwangi untuk mempelajari tentang arsitektur vernakular. dan regionalisme arsitektur. Arsitektur Vernakular meruapakan mata kuliah pilihan Prodi Arsitktur, sedangkan Regionalisme Arsitektur merupakan mata kuliah Prodi Magister Arsitektur dan PPAr. Kuliah lapangan yang berlangsung selama tiga hari tersebut didamping oleh Dr. Ir. Maria I. Hidayatun selaku dosen pengampu MK Arsitektur Vernakular dan Regionalisme Arsitektur, Rully Damayanti, S.T., M.Sc, PhD., selaku Kaprodi Magister Arsitektur dan Sylviana Putri S., S.T., M.Eng. selaku dosen Prodi Arsitektur.

Desa Kemiren dipilih sebagai tujuan dari kuliah lapangan ini karena arsitekturnya yang menampilkan nilai lokalitas sehingga mahasiswa dapat mempelajari secara langsung bagaimana arsitektur vernakular desa tersebut. Selain Desa Kemiren, objek lain yang dikunjungi adalah Poliwangi, Bandara Banyuwangi dan Hotel Sahid Kemiren untuk mempelajari bagaimana regionalitas ditampilkan dalam arsitektur. Dalam studi lapangan tersebut, mahasiswa juga mengunjungi Watudodol untuk mempelajari penerapan nilai-nilai lokal dan material lokan dalam desain bangunan.

Baca lebih lanjut>
Soroti Revitalisasi, Prodi Arsitektur Adakan Kuliah Umum dan Forum Diskusi
31 Okt 2019

Jumat, 4 Oktober 2019, Prodi Arsitektur mengadakan kuliah umum dan forum diskusi yang berjudul ‘Revitalisasi Kota Lama: Strategi Perancangan dan Pelaksanaannya'. Kuliah umum ini merupakan bentuk kepedulian Prodi Arsitektur terhadap keberadaan bangunan tua yang keberadaannya mulai dilupakan dan tidak dilestarikan lagi. 

Hadir sebagai pembicara dalam kuliah tersebut adalah Ir. Albertus Kriswandono, M.Hum, praktisi dari Ertim Conservatorium Institute Semarang yang berkecimpung dalam konservasi kota lama Semarang dan Timoticin Kwanda, B.Sc., M.R.P., PhD., dosen arsitektur UK Petra yang bberkecimpung dalam bidang konservasi. 

Dalam acara tersebut, para pembaicara menyoroti mengapa dan bagaimana konservasi seharusnya dilakukan serta pentingnya konservasi bangunan tua dalam perkembangan arsitektur. Melalui kuliah umum dan forum diskusi ini, diharapkan para arsitek dan mahasiswa arsitektur memiliki kesdaran akan pentingnya konservasi bangunan yang memiliki nilai historis dan bersedia melestarikan bangunan tersebut.

Baca lebih lanjut>
Ikuti PKM-KC, Kennard, Adet dan Jocelyn Kembangkan Desain Jendela 3 in 1
11 Okt 2019

Kebutuhan desain hunian dalam hal bukaan yang dapat memaksimalkan penghawaan dan pencahaya alami namun tetap menjaga privasi penghuni menjadi ide bagi Vincentius Kennard Ganiadi, Adetya Purwadita Kusuma, dan Jocelyn Emilia Ukalvin mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). PKM merupakan program yang diadakan Kemenristekdikti sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Terdapat banyak kategori PKM, termasuk PKM-KC (Karsa Cipta) yang diikuti oleh Kennard, Adet dan Jocelyn. Kategori PKM-KC ini memiliki tujuan mengembangkan kreasi dan inovasi iptek dengan menghasilkan suatu sistem, desain, prototipe, aplikasi, maket, jasa, dll; dan ide yang dikembangkan oleh Kennard, Adet dan Jocelyn adalah  desain jendela yang dapat mewadahi kebutuhan penghawaan, pencahayaan dan privasi tersebut, yang mereka sebut Jendela 3 in 1.

Proses yang dialami Kennard, Adet dan Jocelyn cukup panjang. Pada awal pengajuan proposal tanggal 18 Desember 2018 hingga 17 Januari 2019, mereka sempat mengganti format proposal yang awalnya PKM GT (Gagasan Tertulis) menjadi PKM KC (Karsa Cipta) sesuai arahan Prof. C. Eviutami selaku dosen pembimbing PKM, karena potensi prototipe desain jendela tersebut dapat direalisasikan, tidak hanya sebatas karya tulis. Setelah proposal diterima, Kennard, Adet dan Jocelyn melanjutkan proses menuju tahap MONEV (Monitoring Evaluation), di mana dana yang diajukan dievaluasi terlebih dulu sebelum pada akhirnya disetujui. Meskipun mengalami kendala terkait berat jendela, pemilihan material pada hingga desain jendela pada saat proses pelaksanaan dan melakukan trial and error, Kennard, Adet dan Jocelyn berhasil mewujudkan prototipe jendela tersebut. Terhitung terdapat 4 prototipe yang mereka buat sebelum mencapai hasil akhir.

Setelah prototipe berhasil diwujudkan, Kennard, Adet dan Jocelyn melakukan presentasi MONEV di ITS Bersama 4 kelompok lainnya yang mewakili UK Petra pada tanggal 16 Agustus 2019. Setelah menyelesaikan MONEV, Kennard, Adet dan Jocelyn menyelesaikan Laporan Akhir yang berisi revisi yang dilakukan, pengujian prototipe, ulasan prototipe dan laporan dana. Laporan tersebut dikumpulkan bulan Agustus melalui website Simbelmawa.

Sangat disayangkan Kennard, Adet dan Jocelyn tidak berhasil menembus seleksi tahap PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Meskipun demikian, Kennard, Adet dan Jocelyn cukup bangga dan senang dapat menjalani proses yang menarik tersebut dan memamerkan karya mahasiswa Arsitektur UK Petra. “Kami sebagai satu-satunya kelompok yang mewakili prodi Arsitektur cukup senang dan sempat tidak percaya dapat menerima kesempatan ini,” ujar Kennard.

Pesan Kennard kepada rekan-rekan mahasiswa yang beniat mengikuti PKM agar melakukan asistensi intensif dengan dosen pembimbing karena hal itu penting agar ide yang dimiliki dapat direalisasikan lebih maksimal. Selain itu, penulisan dalam pembuatan proposal perlu memperhatikan tata penulisan formal dan mudah dimengerti semua orang, tidak hanya orang yang mendalami bidang tertentu.

Baca lebih lanjut>
8th ACARA, Prodi Arsitektur Menjadi Tuan Rumah Penjurian Nasional
26 Sep 2019

Tahun 2019 ini menjadi tahun yang bersejarah bagi Prodi Arsitektur, karena ini merupakan kali pertama Prodi Arsitektur diberi kesempatan menjadi tuan rumah 8th Asian Contest of Architectural Rookie's Award (ACARA) skala nasional. ACARA merupakan sayembara bagi seluruh mahasiswa arsitektur di Asia. Setiap mahasiswa arsitektur di seluruh negara Asia dapat berpartisipasi dalam ACARA ini dengan mengirimkan tugas studio mereka, tentunya setelah disesuaikan dengan tema yang diusung ACARA.

8th ACARA yang mengusung tema 'Symbiosis of Man and Nature' ini didukung oleh PT Bangunesia dan Propan dan diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari seluruh Indonesia. Setelah dilakukan penjurian internal, terpilih 20 besar finalis yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan juri eksternal pada tanggal 12 September 2019. Adapun juri eksternal ACARA nasional kali ini adalah Yongil Lee (President of Asia United Architecture Association), Rudy Kelana (Wahana Architects), Ketut Arthana (Arte Architect & Associates). Selain memberikan penilaian, para juri tersebut juga memberikan presentasi mereka terkait topik 'Symbiosis of Man and Nature'.

Setelah mendengarkan presentasi para finalis, akhirnya para juri mengumumkan pemenang ACARA skala nasional yaitu:

  1. Pemenang ketiga : Tan Stanisia Finley Buwono dari UK Petra dengan karya The Vinculum
  2. Pemenang kedua : Nadya Winaga dari UK Petra dengan karya Vihara inside Void
  3. Pemenang pertama sekaligus perwakilan dari Indonesia untuk maju ke ACARA skala Asia, dan juga pemenang favorit pilihan netizen : Andrew Laksmana dari UK Petra dengan karya The Briome

Selamat kepada seluruh finalis dan para pemenang.

Baca lebih lanjut>
Bentuk Kepedulian terhadap Arsitektur Nusantara, Prodi Arsitektur Adakan Forum Diskusi
26 Sep 2019

Dalam rangka menjalin relasi antar alumni dan menanggapi isu perkembangan idustri kreatif dan pariwisata, Prodi Arsitektur UK Petra bekerjasama dengan PT Bangunesia, Propan dan Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur mengadakan forum diskusi yang berjudul ‘Peranan Arsitektur dalam Pengembangan Industri Kreatif dan Pariwisata Indonesia’.

Acara yang berlangsung tanggal 13 September 2019 tersebut menghadirkan beberapa pembicara yaitu:

  • Ir. Yuwono Imanto, MBA – Direktur Propan Raya/ Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network yang membawakan tema ‘Ekosistem Inovasi Industri Kreatif dan Arsitektur sebagai Infrastruktur untuk Membangun Kota Kreatif’
  • Sunardi Liemantika – Product Manager Propan Raya yang membawakan tema ‘Peran Produk Propan Raya dalam Arsitektur dan Bangunan di Indonesia’
  • Ketut Arthana, IAI – Professional Architect, Founder of Arte Architect and Asscociate yang mebawakan tema ‘Arsitektur Nusantara dan Penerapannya pada Kota Kreatif dan Pariwisata Indonesia’
  • Dr. Ir. Josef Prijotomo , M.Arch. & Anas Hidayat, S.T., M.T. – akademisi, peneliti, penulis buku, pemerhati arsitektur nusantara yang membawakan tema ‘ Arsitektur Nusantara dan Jati Diri Kota Kreatif di Indonesia’

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200 orang praktisi arsitektur tersebut, dibahas berbagai isu-isu seputar peranan arsitektur nusantara dalam industri kreatif dan pariwisata, di mana arsitektur nusantara memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri kreatif dan pariwisata Indonesia. Dengan demikian, para arsitek didorong untuk mengembangkan desain arsitektur nusantara sehingga dapat menopang perekonomian, industri kreatif dan pariwisata Indonesia.

Baca lebih lanjut>
Pengalaman Patricia di Summer Program GKS for ASEAN Countries’ Science and Engineering Students 2019
19 Sep 2019

“Arsitektur tidak cukup hanya belajar dari buku maupun gambar-gambar di internet.” Itulah yang membuat Patricia Marissa, berkeinginan mempelajari dan merasakan langsung arsitektur secara langsung di luar negeri sehingga dapat membuka wawasannya mengenai dunia arsitektur. Keinginan itu terwujud saat mahasiswa angkatan 2016 itu bersama 196 mahassiswa lain dari 10 negara ASEAN mengikuti Program Global Korean Scholarship (GKS) for ASEAN 11 Juli 2019 – 14 Agustus 2019. GKS for ASEAN merupakan program beasiswa (fully-funded) dari Pemerintah Korea Selatan, yaitu National Institute for International Education (NIIED) dibawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan yang bekerja sama dengan 6 universitas swasta di Korea Selatan, yaitu Chosun University (Mechanical Engineering, Photonics Engineering), Chung-Ang University (Electrical and Electronics Engineering), Chungnam National University (Animal Science & Biotechnology), Keimyung University (Architecture & Civil Engineering), Kyungwoon University (Aeromechanical Engineering, Aviation IT Convergence), dan Mokpo National Maritime University (Marine Engineering).  

Bersama 29 mahasiswa lain dari 8 negara berbeda (Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, laos, Malaysia, Filipina, dan Kamboja), Partricia berkesempatan merasakan atmosfir berkuliah di Korea Selatan di Keimyung University yang terletak di Kota Daegu, Korea Selatan selama 5 minggu. Banyak yang dipelajarinya terkait dengan arsitektur dan teknik sipil, seperti Desain Struktur Tahan Gempa, Desain Seismik, Arsitektur Biomimikri, Arsitektur & Film, Perceptual Sketch & Form, Shake Table Test, Material Testing, Aqualibrium, Arsitektur & Budaya, Arsitektur Digital, dan lain sebagainya. Meskipun materi-materi tersebut sudah pernah diajarkan di universitas masing-masing, tetapi menurut Patricia, adanya diskusi dari peserta tentang hal yang telah dipelajari di negara masing-masing membuat perkuliahan menjadi menarik. Selain itu, topik presentasi bangunan UNESCO Heritage dari masing-masing negara juga membuat kebanggaan tersendiri bagi seluruh mahasiswa karena dapat memperkenalkan bangunan bersejarah di negaranya kepada peserta dari negara lain. 

Tak hanya belajar tentang arsitektur, di sana Patricia juga belajar mengenai budaya Korea Selatan, seperti Taekwondo, alat musik tradisional Samulnori, K-Pop Dance, Hanbok & Traditional Courtesy, Bahasa Korea, Sejarah Budaya Korea, dan Korean Movie. Setiap hari Jumat para mahasiswa diajak mengikuti field trip, mengunjungi landmark atau partner institution di sekitar Kota Daegu. Minggu pertama, mereka diajak mengunjungi Kota Tua Daegu yang sudah diubah menjadi Modern Culture Street, yaitu Yangnyeongsi Museum of Oriental Medicine, Gyesan Cathedral, House of American Christian Missionary Chamness, Old House, dan Daegu First Presbyterian Church, kemudian mengunjungi Daegu Safety Theme Park, dan Daegu Chimac Festival, yaitu festival makan ayam tepung goreng dengan saos pedas yang khas dimana merupakan makanan khas Daegu. Di minggu kedua, mereka mengunjungi Kota Ulsan, mengunjungi Hyundai Motors, Hyundai Heavy Industries, dan Ulsan Petroglyph Museum, melihat jejak kaki dinosaurus dan ukiran-ukiran tebing peninggalan zaman batu di Bangudae, Ulsan. Di minggu ketiga, mereka mengunjungi Kota Gyeongju dan Kota Pohang, melihat berbagai jenis rumah tradisional Korea yang sangat estetis di Yangdong Village, Gyeongju. Setelah itu kami mengunjungi POSCO Company dan Pohang Canal. Minggu terakhir mereka, mengunjungi Gyeongju Historical Site (Cheonmachong dan Daereungwon Tomb Complex), Gyeongju National Museum, dan Bulguk-sa Temple, yang bagi Patricia sangat menarik. Baginya, peninggalan-peninggalan sejarah zaman dinasti yang ada di Kota Gyeongju karena sangat indah, menarik untuk dipelajari, dan masih banyak yang bagus kondisinya meskipun sudah tertimbun tanah selama bertahun-tahun.

Di luar jam kuliah dan field trip, Patricia menghabiskan waktunya mengeksplorasi kota Daegu, mencoba makanan dan minuman khas Korea di beberapa shopping street dan cafe, dan mengunjungi Downtown di daerah Banwoldang (Dongseongno-ro) untuk melakukan wisata kuliner. Pada akhir pekan, Patricia dan teman-temannya mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Daegu, seperti The Arc, Donghwasa Temple, Gatbawi Buddha Stone, Daegu Stadium, Seomun Market, arsitektur terkenal di Soul, seperti Dongdaemun Design Plaza (Karya arsitek wanita terkenal Zaha Hadid), Namsan Tower, Hongdae Shopping Street, Myeondong Shopping Street, Lotte World Tower (Bangunan tertinggi di Korea Selatan), Cheonggyechon Stream (Restorasi sungai menjadi Public Space), Starfield Library COEX Mall, Gyeongbokgung Palace, Gwanghwamun Plaza, Insa-dong, Ewha Woman’s University, dan Bukchon Hanok Village, dan Haedong Yonggungsa Temple, Oryukdo Skywalk, dan Gamcheon Culture Village di Busan. Mengunjungi berbagai kota membuat Patricia belajar tentang desain kawasan perkotaan di Korea Selatan dan  sistem transportasi yang sudah terintegrasi dengan baik antara bus dan subway maupun dengan public areanya, sehingga kota-kota tersebut sangat ramah turis. 

Tidak ada kendala yang berarti bagi Patricia selama mengikuti program GKS for ASEAN tersebut. Dia merasa sangat senang dan bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti program tersebut, belajar di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan. Belajar bersama teman-teman dari mancanegara dan profesor-profesor hebat, membuat memori baru untuk dikenang, mendapat ilmu dan pelajaran kehidupan yang tidak didapatkannya di tempat lainnya menjadi bekal berharga bagi masa depannya. Oleh karena itu, dia sangat merekomendasikan teman-teman mahasiswa arsitektur maupun mahasiswa program studi teknik lainnya di Universitas Krsiten Petra untuk berpartisipasi dalam program ini tahun depan. "Kalahkan rasa takut dan jangan sampai melewatkan kesempatan berharga ini," pesan Patricia.

 

Baca lebih lanjut>
Maju dalam Kompetisi Nasional Tugas Akhir 2019, Gregorius Wakili Prodi Arsitektur
18 Sep 2019

Gregorius Christian Wijaya, bersama proyek Tugas Akhir nya yang berjudul Sanggar Mitigasi di Lombok, menjadi satu-satunya perwakilan Prodi Arsitektur UK Petra yang berhasil lolos hingga tahap penjurian kedua untuk kategori non tipologi. Dalam presentasi karya TA yang dilaksanakan tanggal 7 September 2019 di Intitut Teknologi Surabaya, Greg,begitu dia biasa dipanggil, berhasil mempresentasikan proyek nya tersebut dengan baik. Meskipun belum berhasil menjadi pemenang di kategori non tipologi, tapi Greg merasa bersyukur dapat mencapai tahap tersebut.

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-20 dari 71 item.