Kurikulum

SISTEM PENDIDIKAN

 Untuk menyelesaikan pendidikan Sarjana, program studi mensyaratkan mahasiswa mengambil 145 Satuan Kredit Semester (SKS) yang dapat diselesaikan secepat-cepatnya selama delapan semester.  Setiap tahun akademik terdiri dari 2 semester - semester gasal dan genap, masing-masing dengan 16 minggu proses pembelajaran efektif.

Pendidikan dilaksanakan secara regular, yaitu komunikasi langsung antara dosen dan mahasiswa, baik di ruang kuliah, studio, laboratorium, maupun di luar kampus (studi lapangan). Program Studi Arsitektur menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dengan inti pembelajaran adalah Merancang dengan mata kuliah lain sebagai pendukungnya. Pembelajaran Merancang dilaksanakan melalui pelatihan  di studio yang dibimbing oleh seorang tutor berpendidikan minimal S-1. Seorang tutor membimbing lebih kurang 10 mahasiswa.

 Pendaftaran rencana studi, dan hasil studi mahasiswa dapat diakses secara online melalui              https://sim.petra.ac.id/petragate/index.php.

Keberhasilan studi mahasiswa diukur berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan setiap akhir semester. Hasil evaluasi tersebut dapat dipergunakan untuk menentukan kelanjutan studi, peringatan limit studi dan pengenaan limit studi bagi mahasiswa. Mahasiswa yang sudah menyelesaikan Tugas Akhir, akan menjalani evaluasi untuk menentukan kelulusan sesuai dengan persyaratan yudisium sarjana.

 Setiap tahun ajaran, Program Studi Arsitektur menerima lebih kurang 160 mahasiswa. Beban studi untuk semester pertama ditentukan oleh program studi secara paket sesuai alur kurikulum untuk semester 1. Besar beban studi untuk semester ke dua dan selanjutnya ditentukan melalui seleksi dengan berbagai persyaratan yang telah ditentukan dalam pendaftaran rencana studi. Karena pertimbangan mutu pendidikan maka peserta setiap matakuliah dibatasi jumlah pesertanya dengan prioritas untuk mahasiswa yang tepat pada semesternya.

 

KURIKULUM

Semenjak berdirinya, telah banyak sistem kurikulum yang diberlakukan di Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Kristen Petra. Kurikulum terbaru diberlakukan pada awal tahun ajaran 2013/2014. Kurikulum baru ini menerapkan sistem Mata Kuliah (MK) Inti dan Mata Kuliah (MK) Non-Inti. MK inti adalah Merancang, sedangkan Mata Kuliah Non-Inti dibedakan menjadi Mata Kuliah Pendukung dan Mata Kuliah Pelengkap. Pada tingkat akhir mahasiswa wajib menyelesaikan Tugas Akhir, dimana mahasiswa dapat memilih antara mengerjakan Karya Desain atau Karya Tulis.

 Keseluruhan SKS yang harus diambil adalah sebanyak 145 SKS. Jenis MK, besar SKS, letak MK dan prasyaratnya, dapat dicermati pada Daftar Alur Studi. MK umumnya diselenggarakan dengan jumlah peserta per kelas sebanyak-banyaknya 80 mahasiswa, dan sedikitnya 20 mahasiswa. Sedangkan untuk MK pilihan, sebanyaknya 20 mahasiswa dan sedikitnya 5 mahasiswa. Prasyarat kelulusan MK pada Program Studi Arsitektur adalah sedikitnya nilai D dan khusus untuk MK Merancang sedikitnya nilai C.

Tugas akhir dapat diikuti mahasiswa yang telah menempuh setidaknya 133 SKS dengan jumlah nilai D sebanyak-banyaknya 14 SKS. Tugas Akhir dapat diambil bersama dengan MK Pelengkap/MK Dasar Umum yang besarnya 2 SKS.

 Untuk dinyatakan lulus S1, mahasiswa harus memenuhi persyaratan yudisium sarjana, antara lain menyelesaikan seluruh MK dalam kurikulum dengan jumlah SKS minimal 145 SKS, telah mengambil MK dengan muatan pengabdian masyarakat (MK service learning atau Community Outreach Program), serta memiliki nilai TOEFL yang cukup sesuai persyaratan.

Klik untuk melihat

Mata Kuliah

Mata kuliah dasar
  • Mata kuliah dasar
  • MATA KULIAH INTI
AR4101
Merancang 1 (10 SKS)
Mata kuliah ini memberikan wawasan berarsitektur kepada mahasiswa secara utuh, meliputi pemahaman dan penerapan akan kreativitas bentuk dan ruang, pemahaman logika berpikir sistem struktur dan konstruksi sederhana, pemahaman akan lingkungan serta aspek iklim tropis lembab dan penerapannya dalam bangunan, wawasan akan aspek utilitas sederhana, aspek manusia, perilaku, dan studi gerak, dalam pelatihan dasar perancangan meliputi pelatihan kreativitas olah bentuk dan ruang dalam bentuk perancangan 2 dimensi dan 3 dimensi (Rupa Dasar) serta perancangan gubahan massa tunggal.
AR4121
Arsitektur dan Kebudayaan (3 SKS)
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang macam-macam konsep kebudayaan, seperti kognitivisme dan behaviourisme dan kaitannya terhadap bentukan arsitektur yang terjadi di sekitar kehidupan manusia. Selain itu juga dibahas pengertian tentang perbedaan antara bangunan dan arsitektur serta pemahaman yang benar terhadap indikator-indikator perbedaan estetika modernism dan post modernism.
AR4111
Arsitektur dan Lingkungan (3 SKS)
Memahami dan mempelajari wawasan tentang lingkungan dan ekologi dalam hubungannya dengan kualitas hidup manusia serta rancangan arsitektur. Pemahaman ini untuk menjawab masalah kerusakan lingkungan akibat rancangan arsitektur. Mempelajari pentingnya kelestarian alam dan kualitas lingkungan pada rancangan arsitektural yang ramah lingkungan serta berkelanjutan (sustainable) berdasarkan etika lingkungan. Merupakan dasar pemahaman keberlanjutan (sustainability) ekosistim - ekosistim dan sumber daya alam yang terkandung dalam air, tanah dan udara akibat rancangan arsitektur dengan mengupayakan kelestarian alam dan kualitas lingkungan yang baik.
AR4103
Merancang 3 (10 SKS)
Mata kuliah ini mengajarkan merancang komposisi 3-4 massa dengan fungsi domestik sederhana dengan penekanan pada kualitas ruang dalam dan kaitannya dengan ruang luar. Mengekspresikan citra bangunan secara integratif dengan fungsi yang diwadahinya serta mempertimbangkan potensi lingkungan sekitar, kebutuhan dan perilaku penggunanya, peraturan bangunan yang berlaku bagi bangunan domestik di lingkungan terkait, ketepatan pemilihan sistem struktur dan bahan bangunan, sistem utilitas, sistem penghawaan pasif dan pencahayaan alami.
AR4116
Struktur Bangunan Bertingkat Rendah (3 SKS)
Mata kuliah ini memberikan pemahaman dan aplikasi tentang fungsi dan tata letak elemen bangunan 1-2 lantai, meliputi elemen struktural dan non-struktural serta utilitas. Sistem struktur yang diajarkan antara lain struktur rangka dan struktur bidang dengan bahan kayu, bata, beton bertulang dan baja. Elemen struktur meliputi pondasi, lantai berbentang pendek, konstruksi atap dengan penutup atap tipe lembar besar dan tile. Mata kuliah ini juga mengajarkan prinsip stabilitas geometris struktur, detail konstruksi serta struktur bangunan di daerah rawan gempa.
AR4113
Sistem Tata Cahaya (3 SKS)
Pengetahuan tentang karakteristik dari tata cahaya yang mendasar beserta prinsip-prinsip teknik pemantulan cahaya alami ke dalam bangunan, prinsip photometri, distribusi cahaya alami serta form giver pada arsitektur. Prinsip-prinsip sistim tata cahaya buatan (electrical lighting) sumber penerangan dalam sistim tata cahaya, sistim iluminasi, spesifikasi luminasi, kuantitas dan kualitas sistim tata cahaya, perancangan sistim tata cahaya (lighting design), aplikasi sistim tata cahaya.
AR4123
Arsitektur Indonesia (3 SKS)
Mata kuliah ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang perkembangan arsitektur di Indonesia beserta konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Pembahasan dimulai dari perkembangan arsitektur yang dipengaruhi oleh kebudayaan agama Hindu, Buddha, Islam dan Kristen. Setelah itu akan dibahas juga Arsitektur yang dipengaruhi oleh kebudayaan Etnis Belanda danTionghoa dan akan dilanjutkan dengan pembahasan arsitektur daerah-daerah di Indonesia. Arsitektur modern di Indonesia juga akan dibahas sebagai pengetahuan masakini. Sebagai pembahasan akhir akan diulas tentang konsep arsitektur Indonesia.
AR4102
Merancang 2 (10 SKS)
Mata kuliah ini mengajarkan merancang komposisi massa tunggal 2 (dua) lantai dengan fungsi domestik yang berkaitan dengan keluarga, dengan penekanan pada bentuk geometris, kualitas ruang dan ekspresi bangunan secara fungsional. Pemecahan masalah desain ini dilakukan di lingkungan homogen dengan tapak nyata tanpa batasan kavling. Dan mempertimbangkan kebutuhan dan perilaku penggunanya, ketepatan pemilihan sistem struktur dan bahan bangunan, sistem utilitas sederhana, sistem penghawaan pasif dan pencahayaan alami.
AR4115
Bentuk, Struktur dan Material (3 SKS)
Pemahaman dan aplikasi struktur bangunan dan hubungannya dengan arsitektur; pembebanan dan gaya pada struktur; properti mekanis material dan properti penampang komponen struktural; tegangan dan regangan material struktural; batang tekan, batang tarik, batang lentur; teknologi material: bata, beton, baja, kayu; struktur form-active, semi form-active, non form-active; hubungan antara bentuk struktural dengan pembebanan, properti mekanis material dan teknologi material.
AR4112
Sistem Termal Bangunan (3 SKS)
Pengetahuan dasar sistim termal bangunan (pasif) yaitu mengenal karakteristik iklim yang memengaruhi perancangan arsitektur bangunan terutama didaerah yang beriklim panas lembab, prinsip-prinsip termodinamika, keseimbangan termal tubuh manusia dan keseimbangan termal bangunan. Pengendalian sistim termal pasif, yaitu sistim penghawaan alami dengan memperhatikan prinsip-prinsip aliran udara dan tata letak pembukaan yang sangat diharapkan pada daerah beriklim panas lembab, pemanfaatan naungan pada pembukaan dan pemanfaatan elemen-elemen eksternal untuk meningkatkan kenyamanan dalam ruang.
AR4122
Arsitektur Barat (3 SKS)
Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang perkembangan Arsitektur Barat. Mahasiswa mampu menilai arsitektur sebagai sebuah kriya dan sebuah teknologi. Memahami asal usul dari ciri ciri gaya arsitektur klasik sampai munculnya bangunan tinggi dan high tech di akhir era modernism. Mampu menjelaskan perbedaan dan ciri-ciri dari gaya-gaya arsitektur yang timbul. Mampu memahami dampak munculnya sebuah era terhadap perancangan sebuah kota dan permukiman, serta mengetahui beberapa pendekatan teori arsitektur yang timbul pada saat arsitektur barat berkembang.
AR4104
Merancang 4 (10 SKS)
Mata Kuliah ini meliputi permasalahan merancang beragam kualitas ruang dalam dan ruang luar, mengatur komposisi multi massa dalam lahan dengan kemiringan beragam. Melalui tugas merancang fungsi bangunan publik yang berkaitan dengan kegiatan domestik dan non domestik, penyelesaian permasalahan desain difokuskan pada kemampuan optimasi sistem alami tapak.
AR4117
Struktur Bangunan Bertingkat Menengah (3 SKS)
Pemahaman dan penerapan anatomi, kinerja dan tata letak elemen-elemen bangunan, meliputi modul, sistem struktur bangunan bertingkat menengah (rangka, bidang, rangka dengan shear wall/bracing), sistem struktur lantai dengan bentang sampai dengan 20 m (pelat, pelat dan rib, pelat dan balok), serta integrasi struktur dengan sistem-sistem dalam bangunan. Pemahaman mengenai dasar perencanaan struktur bangunan terhadap gempa, berbagai konstruksi bangunan bertingkat menengah: baja, beton bertulang, beton prategang, serta sistem struktur dan konstruksi pondasi.
AR4105
Merancang 5 (10 SKS)
Merancang bangunan publik bertingkat banyak sampai dengan sepuluh lantai untuk menampung banyak fungsi, yang mempunyai ekspresi sesuai dengan isu-isu perkotaan, social ekonomi, nilai kesejarahan dan kebudayaan, lokasi, keteknikan bangunan, peraturan perundangan dan pedoman pendirian bangunan. Aspek-aspek tersebut diintegrasikan ke dalam desain arsitektur, struktur, utilitas bangunan, serta dapat memanfaatkan perangkat Computer Aided for Architecture Design dalam olah rancangan dan mempresentasikan hasil rancangan.
AR4127
Metode Penelitian (2 SKS)
Mata Kuliah ini memberikan pemahaman pada mahasiswa mengenai pengertian dasar akan penelitian, metode penelitian (terutama yang terkait dengan bidang ilmu Arsitektur), teknis pengumpulan data, hal-hal lain terkait penelitian, serta sistematika proposal penelitian dan penulisannya, sehingga pada akhirnya mahasiswa peserta kuliah dapat menyusun proposal penelitian terutama dalam bidang ilmu Arsitektur secara baik dan benar.
AR4114
Sistem Tata Udara dan Akustik (3 SKS)
Mata Kuliah ini mengajarkan pengetahuan tentang prinsip sistem tata udara aktif, beban pendinginan tata udara (cooling loads), klasifikasi sistim tata udara dan komponennya, sistem distribusi (ducting system dan terminal ducting), kebutuhan volume dan luas ruang sistim tata udara. Sekaligus juga mengajarkan pengetahuan dasar akustik ruang dan bangunan, menyangkut prinsip bunyi, akustik ruang, akustik lingkungan, kebisingan serta akibatnya, perancangan akustika ruang dan bangunan, sistem dasar tata suara meliputi: perangkat, penggunaan, serta aplikasi pada berbagai fungsi ruang.
AR4106
Merancang 6 (10 SKS)
Studio perancangan ini menekankan pada bangunan simbolis dan filosofis. Perancangan simbolis harus diikuti dengan pemahaman akan makna dan citra arsitektur baik yang berlaku di Barat maupun Indonesia. Proses perancangan ini juga mempertimbangkan aspek politik, ekonomi, perilaku, tipologi dan identitas lingkungan yang dipakai sebagai konsep dasarnya. Hasil akhir yang diharapkan adalah pengintegrasian bentuk yang dikembangkan dari makna simbolis yang ingin dicapai dengan kenyataan iklim, jiwa lingkungan sekitar lokasi tapak dan sistem sistem yang ada dalam bangunan.
AR4126
Studi Profesional (2 SKS)
Memberikan pengetahuan, pengertian dam pemahanan tentang peran arsitek dalam dunia profesi serta langkah-langkah untuk mencapai arsitek yang professional, hubungan kerja antara arsitek, pelaksanan pembangunan, pemilik dan masyarakat. Proses rancang bangun sejak ide sampai dengan penggunaan bangunan, fee arsitek, kontrak kerja dan ikatan hukum terkait, asosiasi nasional dan internasional, hubungan arsitek dengan ahli-ahli lain dalam suatu proyek, peran arsitek dalam pelbagai ranah aktifitas yang baru maupun konvensional dan dalam konteks internasional juga diberikan dalam mata kuliah ini.
AR4118
Tinjauan Bahan Bangunan (2 SKS)
Materi kuliah ini memberikan pengenalan kepada mahasiswa mengenai berbagai bahan bangunan yang ramah lingkungan beserta karakteristiknya, baik bahan fabrikasi (produk industri) maupun non fabrikasi. Selain itu, mata kuliah ini juga memberikan pengetahuan mengenai sistem konstruksinya, meliputi cara pemasangan atau aplikasi bahan bangunan mulai dari bahan lantai, dinding hingga atap, serta produk finishing. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan ang lebih menyeluruh tentang bahan bangunan.
AR4109
Pengantar Pemukiman (2 SKS)
Pengetahuan tentang pengertian permukiman, perumahan, prasarana dan sarana pendudukungnya bagi penduduk suatu kota; masalah-masalah permukiman suatu kota yang berhubungan dengan masalah kependudukan, kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, lingkungan, transportasi, dan tata ruang kota; kebijakan dan program-program pemerintah dan swadaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perumahan untuk semua golongan masyarakat; pengetahuan tentang dimensi, pola, dan hirarki jalan; dan tipologi bangunan hunian. Semua pengetahuan pelengkap ini dibutuhkan untuk perancangan arsitektur.
AR4107
Merancang Tematik (8 SKS)
Mahasiswa mampu merancang suatu kawasan kota dengan tema tertentu yaitu penekanan pada sejarah, teknologi bangunan dan lingkungan buatan, serta dengan fungsi lahan dan bangunan yang dapat menghidupkan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, mahasiswa mampu merancang dengan memperhatikan ketentuan rencana kota yang ada pada kawasan perancangan (tata ruang, syarat zoning), serta mampu mencari pengetahuan untuk memecahkan masalah perancangan. Pada tahap selanjutnya, mahasiswa mampu merancang bangunan secara lebih mendalam sesuai dengan tema yang dipilih.
AR4108
Kajian Tematik (8 SKS)
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang kota sebagai suatu gejala, baik fisik dan non-fisik dari berbagai sudut pandang. Membekali mahasiswa sebagai seorang pembelajar yang mempunyai sikap kritis terhadap masalah arsitektur dalam konteks kota, dengan melakukan sebuah eksplorasi literatur berdasarkan kajian tematik yang dipilih sesuai bidang yang ada kesejarahan atau teknologi bangunan atau lingkungan dan manusia, untuk menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah.
AR4125
Ekonomi Bangunan (2 SKS)
Pengenalan aspek-aspek ekonomi bangunan pada perancangan bangunan, meliputi: hubungan biaya dengan lokasi dan kondisi lahan, biaya dengan bentuk bangunan, biaya dengan elemen bangunan, biaya dengan waktu, biaya dengan unsur ekonomi lainnya, dan hubungan arsitek dengan pihak penentu biaya, sehingga keputusan rancangan menjadi lebih optimal sesuai tujuannya.
AR4124
Teori Arsitektur (3 SKS)
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pengertian dan kedudukan teori secara umum dan teori arsitektur secara lebih khusus. Ada beberapa topik bahasan seperti misalnya Theory of Architecture, Theory in Architecture dan Theory about Architecture. Diharapkan nantinya mahasiswa dapat memahami kedudukan dan tautan teori arsitektur dalam perancangan arsitektur.
AR4110
Pengantar Arsitektur Kota (2 SKS)
Pengantar Arsitektur Kota mengantarkan mahasiswa memahami posisi, peran dan konteks arsitektur dalam proses dan produk struktur kota. Melalui metode kuliah, diskusi dan observasi lapangan mahasiswa diajak mengenal konsep ruang kota, mulai dari elemen-elemen pembentuk, proses pembentukan, instrumen regulasi hingga preseden ruang kota di Indonesia. Melalui mata kuliah ini mahasiswa memahami peran arsitektur sebagai pemberi bentuk ruang kota dan memahami tanggungjawab profesi arsitek kepada publik.
AR4697
Tugas Akhir Karya Desain (10 SKS)
Dalam mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk mampu membuat sebuah usulan karya desain arsitektur dengan menerapkan sebuah konsep untuk ditransformasikan dalam disain dengan pendekatan dan pendalaman tertentu. Sasaran dari mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu merancang lingkungan buatan dengan luas kurang lebih 5.000m2 dengan memperhatikan parameter-parameter disain arsitektur dan melakukan pendalaman pada berbagai bidang arsitektur bangunan, antara lain: struktur bangunan, sains arsitektur, utilitas, sejarah, sosial & budaya, dan ekonomi bangunan.
AR4698
Tugas Akhir Karya Tulis (10 SKS)
Dalam mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk mampu membuat sebuah usulan karya tulis dalam bidang arsitektur dengan menerapkan sebuah teori untuk dikaji dalam penelitian lapangan atau literatur. Mahasiswa dapat memilih metode penelitian dengan tepat untuk menyelesaikan karya tulisnya. Mahasiswa mampu melakukan analisa dan pembahasan suatu permasalahan penelitian arsitektur secara logis, sistematis, dan komprehensif.
AR4201
Arsitektur Hemat Energi (2 SKS)
Mahasiswa mampu memahami gerakan arsitektur yang berfokus pada konservasi energi melalui desain yang sadar energi. Materi-materi yang menjadi pembahasan adalah evolusi dan inovasi arsitektur hemat energi dari arsitektur sadar energi sampai arsitektur nihil energi, maupun aspek teknis bangunan hemat energi yang meliputi sistim selubung bangunan, sistim tata udara dan tata cahaya hemat energi.
AR4202
Arsitektur Hijau-Surya-Bioklimatik (2 SKS)
Mahasiswa mampu memahami gerakan arsitektur baru yang berlandaskan pada kepedulian pelestarian lingkungan global alami, kesadaran penggunaan energi secara tepat maupun kesinambungan melalui desain yang inovatif dan futuristik. Materi-materi yang menjadi pembahasan adalah Arsitektur Hijau (green architecture), Arsitektur Surya (solar architecture), Arsitektur Bioklimatik (bioclimatic architecture).
AR4203
Eko-Arsitektur (2 SKS)
Pengetahuan dan pemahaman konsep dan prinsip rancangan arsitektur yang ekologis, yaitu konsep dan rancangan arsitektur yang memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan sumber daya alam. Pemahaman ini sangat menentukan keberlanjutan kualitas hidup manusia dimasa mendatang.
AR4204
Arsitektur Daylight Terapan (2 SKS)
Pengetrapan teknik-teknik aplikasi daylighting pada kajian side-lighting, light-shelves, skylighting & roof-monitor. Penggabungan High-tech features (heliodon, automatic-reflector) dan air dapat memaximumkan penghematan energi penerangan dan termal. Studi kasus pada bangunan komersial /gereja/museum yang mengaplikasikan daylighting (problem-based learning), fakta terukur (measurement -based learning) maupun pengetrapan teknik daylighting (virtual-design-based learning).
AR4205
Arsitektur dan Iklim (2 SKS)
Eksplorasi hubungan Arsitektur dengan Iklim dimana bangunan berada. Mendalami faktor-faktor yang penting dari iklim untuk mencapai disain arsitektur yang sesuai dengan lokasinya dengan memperhatikan perkembangan bumi yang makin panas (global warming).
AR4206
Akustika Bangunan Tropis (2 SKS)
Mata kuliah ini mengajarkan mahasiswa tentang prinsip-prinsip desain akustik sebagai desain kompromi antara kebutuhan iklim tropis lembab dan karakteristik kebisingan tertentu di negara berkembang. Kompromi di sini meliputi faktor ventilasi alami, pencahayaan alami dan akustik. Siswa diharapkan dapat melakukan analisis kritis dan merancang bangunan berdasarkan tiga aspek tersebut.
AR4207
Sustainabilitas pada Plambing Bangunan (2 SKS)
Mahasiswa memperoleh pemahaman lanjutan pada penerapan sistem penyediaan dan distribusi air bersih/dingin serta air panas di bangunan gedung. Inovasi teknologi dan rancangan yang terintegrasi dari lebih satu sistem bisa menghasilkan penghematan enerji secara signifikan.
AR4208
Kenyamanan Akustik Ruang Interior (2 SKS)
Mahasiswa memperoleh pemahaman lanjutan akustik ruang dan aplikasinya dalam kaitan desain arsitektural serta interior seperti pemilihan material dan bentukan finishing auditorium. Eksplorasi on site dan laboratoris pada kenyamanan aural terutama reverberasi dan inteligibilitas tanpa mengesampingkan efek flanking dan penetrasi kebisingan yang mungkin hadir.
AR4209
Lingkungan Binaan Berkelanjutan (2 SKS)
Menerapkan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kualitas hidup manusia pada suatu lahan terbangun. Mewujudkan lingkungan binaan yang sehat dan nyaman untuk memperoleh kualitas hidup penghuni yang lebih baik dalam kasus nyata dan sekaligus merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Pembelajaran bersama masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungan dengan menggunakan sumber daya alam lebih bijak.
AR4210
Struktur Bangunan Tradisional (2 SKS)
Pengetahuan tentang berbagai sistem struktur dan konstruksi bangunan tradisional di Kepulauan Nusantara, meliputi sistem struktur, aspek fisik dan non-fisik yang mempengaruhi bentuk struktur, bahan dan teknologi bangunan tradisional dan tektonika. Diharapkan mahasiswa dapat melakukan telaah sederhana mengenai sistem struktur dan konstruksi bangunan tradisional dan memahami contoh pengembangan dalam desain masa kini.
AR4211
Struktur Pondasi Bangunan (2 SKS)
Memberikan pemahaman elemen struktur pondasi untuk bangunan bertingkat rendah sampai menengah. Tidak menyangkut perhitungan kekuatan strukturnya, tetapi bersifat pemahaman pemilihan sistem pondasi dan pelaksanaannya yang terkait dengan fungsi ruang, sistem utilitas, efisiensi, perbaikan tanah, serta pengaruh terhadap lingkungan yang ada, karena pemahaman sub -structure dalam desain arsitektur adalah tidak terpisahkan.
AR4212
Teknologi Gempa dalam Arsitektur (2 SKS)
Pengetahuan tentang gempa dan pengaruhnya pada struktur bangunan, pengendalian struktur berdasarkan kinerja dengan pendekatan konvensional dan inovatif, teknologi peredaman konvensional dan inovatif; keterkaitan teknologi gempa dengan disain arsitektur.
AR4213
Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi (2 SKS)
Pemahaman mengenai struktur bangunan tinggi, meliputi perbedaan prinsip antara bangunan bertingkat menengah dengan bertingkat tinggi, struktur eksterior dan struktur interior, serta klasifikasi struktur bangunan bertingkat tinggi. Prinsip kinerja serta studi kasus berbagai struktur bangunan bertingkat tinggi; struktur gantung, wall beam, core-outriggers/ belt-trusses, struktur tabung, struktur mega, serta sistem-sistem inovatif.
AR4214
Struktur dan Konstruksi Berkelanjutan (2 SKS)
Pemahaman mengenai prinsip-prinsip struktur bangunan dan konstruksi yang berkelanjutan, beserta urgensinya, serta contoh-contoh penerapannya dalam arsitektur, seperti struktur yang fleksibel, struktur yang mengambil analogi dari alam, dan konstruksi yang modular. Pemahaman mengenai bagaimana memilih material bangunan dengan mempertimbangkan berbagai kriteria material yang sustainable; konsep embodied energy, reused & recycled material, serta healthy material.
AR4215
Struktur Bangunan Bentang Lebar (2 SKS)
Pengertian dasar mengenai beban, gaya luar dan tegangan pada struktur, latar belakang penggunaan sistim struktur, elemen struktur dan bahan struktur. Mempelajari macam struktur bentang lebar, meliputi struktur rangka, struktur kabel, struktur cangkang, struktur bidang lipat dan struktur membran. Mempelajari penyaluran beban dan beberapa detail yang terkait.
AR4216
Struktur Prategang (2 SKS)
Prinsip struktur prategang dan penggunaannya secara umum; sistem prategang pada struktur non form-active, semi form-active, dan form-active; penerapan sistem prategang pada konstruksi: batu/bata, beton, baja; material dan komponen-komponen prategang; sistem penegangan dan penjangkaran kabel; pemanfaatan/penerapan prategang lebih luas dalam struktur/konstruksi bangunan dalam kaitannya dengan tampilan arsitektur.
AR4225
Arsitektur Anak (2 SKS)
Mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan untuk mendesain fasilitas yang layak dan ramah anak- anak, sesuai dengan pedoman-pedoman serta kebijakan yang ada.
AR4227
Desain Inklusi (2 SKS)
Pengetahuan tentang prinsip desain yang memperhatikan kebutuhan pengguna. Prinsip-prinsip ini akan dapat diterapkan dalam desain lingkungan binaan agar aksesibel dan dapat digunakan oleh sebanyak mungkin orang. Selain itu, studi kasus desain inklusi dalam skala kecil juga diberikan agar pemahaman lebih baik.
AR4228
Desain Fasilitas Kesehatan (2 SKS)
Pengetahuan tentang desain fasilitas kesehatan diberikan untuk melengkapi kemampuan desain fasilitas kesehatan pada tahapan pendidikan berikutnya. Fokus materi ialah pada skala layanan kesehatan (primer, sekunder atau tersier), analisa tentang kebutuhan layanan kesehatan, pemilihan lahan yang aksesibel dan memadai, juga keterkaitan antara berbagai aspek desain fasilitas kesehatan.
AR4230
Arsitektur Tionghoa (2 SKS)
Mata kuliah ini mendiskripsikan tentang konsep-konsep yang mendasari arsitektur Tionghoa di Tiongkok dan membandingkannya dengan yang ada di Indonesia. Sejauh mana transformasi yang terjadi pada penataan arsitektur rumah tinggal, rumah sembahyang keluarga, gedung perkumpulan, dan kelenteng yang ada di Surabaya serta kota-kota lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
AR4231
Konservasi Arsitektur (2 SKS)
Pemahaman tentang definisi dan lingkup pusaka budaya termasuk arsitektur, pengertian konservasi, teori dan prinsip-prinsip konservasi arsitektur, dan intervensi dalam konservasi arsitektur seperti pemeliharaan, pelestarian, rehabilitasi, restorasi, rekonstruksi, adaptasi dan demolisi. Selain itu, pemahaman perancangan arsitektur bangunan baru pada bangunan atau kawasan konservasi melalui pembahasan studi kasus konservasi di Indonesia dan Asia.
AR4233
Arsitektur Perilaku (2 SKS)
Studi arsitektur dan perilaku mempelajari interaksi antara lingkungan fisik arsitektural dengan perilaku penggunanya. Memahami proses dasar perilaku manusia secara individual maupun bekelompok dalam berinteraksi dengan lingkungannya; memahami apa yang menjadi kebutuhan fungsional, sosial, psikologikal pengguna dalam lingkungan tertentu; memahami kemungkinan penggunaan suatu desain arsitektur dan pola aktivitas yang akan terjadi.
AR4234
Arsitektur Vernakular (2 SKS)
Pemahaman mengenai arsitektur vernakular meliputi vernakular sebagai teori dan metode pendekatan arsitektur. Arsitektur vernakular menjadi salah satu kekuatan pendekatan perancangan untuk menjawab tantangan terhadap globalisasi dan universalisasi. Diharapkan mahasiswa dapat melakukan penjelajahan terhadap isu-isu arsitektur yang menarik melalui kacamata arsitektur vernakular.
AR4235
Karakter Ruang dan Perilaku (2 SKS)
Budaya dan pengalaman memiliki peran yang penting dalam mendefinisikan keindahan. Sebagai seorang arsitek, kita diajak untuk mampu menciptakan "scene". Dan “scene” didefinisikan sebagai tempat di mana suatu kegiatan atau peristiwa terjadi. Arsitek harus mampu memandu penghuni untuk menikmati ruang yang diciptakan sehingga mereka mengingat dan mempunyai pengalaman walaupun mereka sudah tidak di dalam ruangan tersebut.
AR4236
Arsitektur dan Penataan Ruang Pesisir (2 SKS)
Pengetahuan dasar tentang penataan ruang, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia, dalam hubungannya dengan sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang,terkait kompetensi bidang arsitektur. Guna membangun pengertian dan pemahaman sekaligus pengalaman yang utuh kepada mahasiswa tentang perancangan arsitektur dalam proses teknis perencanaan sesuai prosedur dan peraturan perundangan yang berlaku. Khususnya kriteria karateristik fisik, biologi, social, ekonomi dan budaya pada tata ruang, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, yang memiliki fungsi berbeda-beda (tertentu); untuk dipertahankan keberadaannya.
AR4240
Arsitektur Kota (2 SKS)
Pendalaman kepekaan dan wawasan terhadap peran arsitektur dalam membentuk dan terbentuk oleh konsep urbanitas bermukim dan berkota. Tujuan khusus perkuliahan adalah peningkatan kemampuan penyelesaian permasalahan rancangan arsitektur yang berkontribusi pada konteks meso - makro, dari kawasan hingga kota.
AR4241
Revitalisasi Permukiman Kampung (2 SKS)
Kampung adalah jiwa dari sebuah kota. Saat ini banyak kota mengalami krisis, seperti hilangnya nilai sejarah dan kampung terlupakan oleh pembangunan kota. Pemikiran kritis tentang revitalisasi yang kontekstual perlu dilatih sehingga generasi muda sadar bahwa menghargai masa lalu bukan berarti harus hidup seperti di masa lalu. Kita perlu mengapresiasi sejarah untuk menambah nilai jati diri sebuah kota.
AR4242
Perencanaan Tapak dan Perumahan (2 SKS)
Pemahaman tentang tata ruang kota dan proses perencanaan tapak permukiman, konsep-konsep perencanaan tapak permukiman seperti konsep konvensional, cluster, Planned Unit Development, dan konsep New Urbanism yang berwawasan perencanaan berkelanjutan. Mahasiswa mampu menerapkan konsep perencanaan, hirarki dan dimensi jalan, pola jalan, serta prinsip-prinsip pembagian kapling seperti orientasi, bentuk dan luas kapling dalam perancangan tapak suatu kawasan permukiman.
AR4243
Arsitektur Lansekap (2 SKS)
Pengertian tentang arsitektur lansekap, meliputi sejarah perkembangan, natural lansekap dan urban lansekap. Diskusi dan eksplorasi mengenai unsur-unsur perancangan dalam arsitektur lansekap beserta teknik pengolahan lahan/tanah dan tanaman, serta pemeliharaannya.
AR4244
Pengembangan Kota (2 SKS)
Pemahaman proses pengembangan suatu proyek pada kawasan kota dimulai dengan ide awal, perencanaan dan perancangan berbagai fungsi lahan seperti fungsi perumahan, jasa dan perdagangan, multi fungsi, dan fungsi kawasan industri. Mahasiswa memahami kelayakan pengembangan fungsi lahan ini dilihat dari sisi pemilihan tata ruang, lokasi, perijinan dan syarat zoning, optimalisasi luas bangunan (KLB), radius pelayanan, analisis threshold, dan studi pasar seperti desain produk yang berkaitan dengan segmen pasar yaitu luas unit, kualitas, dan harga jual.
AR4245
Permukiman dan Psikologi (2 SKS)
Pemahaman tentang arti sebuah rumah, sektor informal dihubungkan dengan psikologi dari penghuninya. Permasalahan rumah, sektor informal tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sebuah kota. Melihat realita di lapangan, perumahan untuk kaum marginal dan sektor informal akan memberikan sebuah pengalaman yang beda bagi para mahasiswa arsitektur.