sejarah

Nama dan Lokasi
Fakultas Teknik Arsitektur didirikan pada tahun 1967 di JI. Embong Kemiri No. 11 Surabaya. Kemudian di tahun 1971, Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke JI. Kalianyar No.37-42 Surabaya. Tahun 1977, Universitas Kristen Petra pindah permanen ke JI. Siwalankerto No. 121-131 Surabaya dengan tiga fakultas pertamanya, yaitu: Sastra, Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur. Pada tahun 1981, Fakultas Teknik Arsitektur berubah menjadi Jurusan Arsitektur di bawah naungan Fakultas Teknik. Selanjutnya Jurusan Arsitektur bergabung ke dalam Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, sejak tahun 2000. Mulai 2012/2013 istilah jurusan diganti dengan Program studi.
 
Status Akademik
Pada tahun 1970 Jurusan Arsitektur memperoleh status “TERDAFTAR” dari Direktorat Pendidikan dengan SK No. 67/DPT/B/1970. Pada tahun 1975, Jurusan Arsitektur melaksanakan wisuda pertama kali para Sarjana Muda Arsitektur dan disusul dengan acara wisuda para Sarjana lokal di tahun 1979. Pada 18 Februari 1985, para Sarjana Lokal  Arsitektur lulus pertama kali sebagai Sarjana Negeri (S1) berdasarkan SK Menteri Pendidikan Tinggi No. 071/O/1985. Selanjutnya pada tahun 1987, Jurusan Arsitektur memperoleh satus “DISAMAKAN” dengan SK No. 0574/O/1987.
 
Pada era Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), tepatnya tanggal 11 Agustus 1998, Jurusan Arsitektur UK Petra memperoleh status terakreditasi dengan peringkat B melalui SK No. 001/BAN-PT/AK-1 /VII/1998. Kemudian pada 21 Juli 2000, Jurusan Arsitektur berhasil memperoleh akreditasi peringkat A dengan SK No. 336/AK-2-III¬018/ UKLTEA/VII/2000. Peringkat A ini berhasil dipertahankan 2 kali berturut-turut, yaitu pada 21 November 2005 melalui SK No. 07848/AK-IX-S1¬021/UKLTEA/XI/2005 dan pada 26 November 2010 melalui SK No. 028/BAN-PT/Ak-XIII/S1 /XI/ 2010.
 
Sejak tahun 1995, mahasiswa yang telah mengambil 144 SKS (lulus Proyek Akhir) akan menerima Ijazah dari Jurusan Arsitektur dengan gelar Sarjana Teknik yang setara dengan Sarjana S1 lulusan Perguruan Tinggi Negeri. Sejak Agustus 2013, perubahan kurikulum menyebabkan jumlah sks minimum yang harus ditempuh mahasiswa untuk lulus sebagai Sarjana S1 berubah menjadi 145 sks.